Advertise

mitra solusindo. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label National. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label National. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Maret 2012

Aksi Mahasiswa Tolak BBM Masih Rusuh, Salemba Mencekam!

1 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Aksi penolakan kenaikan BBM di kawasan Salemba, Jakarta rusuh. Suasana di kawasan Jl Diponegoro itu pun mencekam. Warga diminta menjauhi kawasan itu.

Pantauan detikcom di kawasan Salemba, Kamis (29/3/2012) pukul 21.30 WIB, di sepanjang kawasan Jl Diponegoro sejak LBH Jakarta hingga ke ruas Salemba hanya tersisa polisi dan mahasiswa.

Polisi melepaskan gas air mata, sedangkan mahasiswa membalas dengan botol dan batu. Praktis hanya dua kubu di tengah jalan.

Polisi pun sudah bersiap membersihkan jalan dari para mahasiswa yang anarki. Lalu lintas di sepanjang Jl Diponegoro lumpuh. Sisa ban, motor, dan kendaraan polisi masih teronggok di tengah jalan.
----- ...
Mahasiswa UKI dan YAI serta massa Konami memblokir jalan. Pihak kepolisian pun mengirim pasukan tambahan ke lokasi.

"Sedang dikirim penambahan pasukan tapi untuk lokalisir," Karo Operasi Kombes Pol Agung Budi saat dihubungi detikcom, Kamis (29/3/2012).

Pasukan tambahan kepolisian dilengkapi gas air mata. Mereka berupaya melokalisir bentrokan, agar mahasiswa menjauhi ruas Diponegoro. Hingga pukul 21.40 wib, massa mahasiswa yang menolak kenaikan BBM masih menguasai Jl Diponegoro. Mereka membakar motor dan mobil polisi. Seorang polisi juga dikeroyok mahasiswa.

Arus lalu lintas di Jl Diponegoro lumpuh. Kendaraan dialihkan menghindari ruas jalan itu. Di tengah jalan, mahasiswa masih melempari polisi dengan batu dan botol. Sementara pihak kepolisian bergerak berusaha menangkapi para mahasiswa.
(rvk/ndr)

Editor:  E Mei Amelia R - Rivki  | RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Pemerintah bersikukuh naikkan harga BBM bersubsidi

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Pemerintah bersikukuh untuk memilih opsi kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter, untuk menjaga anggaran negara dari gejolak kenaikan harga minyak dunia.

"Kami mohon dukungan masyarakat agar memahami, kita perlu menjaga anggaran kita," ujar Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dalam rapat kerja pemerintah dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Senin.

Menkeu juga mengatakan, opsi menaikkan harga BBM bersubsidi itu lebih diusulkan karena pemerintah ingin membatasi penggunaan BBM bersubsidi dan mengurangi anggaran subsidi energi dalam APBN.

"Dengan asumsi harga 105 dollar Amerika Seerikat ICP dan jumlah kuota 40 juta kilo liter, (subsidi BBM) meningkat drastis jadi Rp178 triliun. Ini perlu dikendalikan. Kami ingin batasi resiko BBM subsidi itu maksimum di Rp137 triliun," ujarnya.

Selain itu, menaikkan harga BBM bersubsidi juga bermanfaat mencegah penyelundupan karena harga BBM termurah di negara tetangga berada pada kisaran Rp12.000 sampai Rp14.000.

"Penyelundupan dan penimbunan akan banyak resikonya, ini dapat membuat masyarakat yang menggunakan pertamax akan kembali menggunakan premium," kata Martowardoyo.

Di banyak wilayah Tanah Air, hari ini terjadi gelombang demonstrasi menolak penaikan harga BBM bersubsidi. Antisipasi pengamanan pelaksanaan langkah pemerintah dilakukan semaksimal mungkin, di antaranya penggelaran unsur TNI. (*)

Editor: Ade Marboen | RayGa
   [Antara News] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 22 Maret 2012

Tomcat serang dua warga Sleman

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Sleman - Dua warga Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terluka diduga kuat akibat serangan serangga yang dijuluki tomcat.

"Kami memang menerima laporan ada dua warga dari Kecamatan Gamping yang diduga terkena racun tomcat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, Kamis.

Dua warga tersebut menderita luka kulit melepuh diduga terkena racun serangga tomcat.

"Kami kini masih berusaha mengidentifikasi kejadian tersebut, memang bila dilihat dari gejala yang muncul menyerupai serangan tomcat," katanya.

Ia  mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kejadian itu dan meminta mereka tetap menjaga kebersihan untuk mengantisipasi munculnya tomcat.

Mafilindati mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman untuk mengantisipasi meluasnya serangan tomcat.

"Bila masyarakat merasa terkena racun tomcat usahakan jangan digaruk dan jangan terkena sinar matahari langsung karena bisa membuat kulit menghitam," katanya.

Sementara itu, Camat Gamping Budiharjo mengatakan dirinya memang menerima informasi adanya dua warga yang diduga terkena serangan tomcat.

"Warga yang terserang telah mendapat perawatan dari Puskesmas dan saat ini dalam kondisi baik," katanya.
(V001/D012)

Editor: Suryanto | RayNa
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Dirut PLN Diusir dari Rapat, Ini Alasan Bos DPR

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Pimpinan DPR mengusir Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji dari rapat pembahasan subsidi listrik meskipun mendapat undangan resmi dari DPR. Kenapa?

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan Nur Pamudji sengaja dikeluarkan dari rapat tersebut karena Anggota Komisi VII tidak setuju dengan kehadirannya.

"Direksi PLN memang datang atas undangan Pimpinan DPR tetapi tadi rapat terutama dari teman-teman Komisi VII meminta tidak diperlukan adanya Dirut PLN, akhirnya kami mengerti dan Direksi PLN dipersilakan untuk tidak mengikuti rapat. Jika dipandang perlu maka akan dipandang perlu, tapi untuk rapat kali ini dipandang tidak perlu," tutur Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Priyo mengakui, Nur Pamudji diundang secara resmi oleh Setjen DPR atas petunjuk Pimpinan DPR. Namun para Anggota Komisi VII mengatakan Nur Pamudji tidak diperlukan dalam rapat yang juga dihadiri oleh Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo itu.

"Makanya tadi rapat diputuskan berlangsung tertutup makanya Dirut PLN dipersilakan meninggalkan ruang rapat," jelas Priyo.

"Saya pikir ini cukup diwakili oleh 3 menteri, dan memang tidak perlu. Karena kita ingin untuk mendengarkan tapi ternyata tidak disetujui," imbuh Priyo. Setelah diusir, Nur Pamudji menunggu di ruang tunggu rapat Pimpinan DPR.

Seperti diketahui insiden pengusiran terjadi sebelum rapat dimulai, Wakil Ketua Komisi VII Effendi Simbolon yang hadir dalam rapat tidak menginginkan Nur Pamudji hadir karena bukan termasuk unsur pemerintah dan DPR.

Dirut PLN termasuk dalam kategori pengguna, dan tidak menentukan kebijakan. Dengan 'pasrah' Nur Pamudji pun keluar dari ruang rapat pimpinan dan menuju ke ruang tamu pimpinan DPR.

Saat dimintai keterangan perihal pengusirannya, Nur Pamudji enggan memberikan jawabannya. "Nanti saja setelah rapat selesai," katanya.
(dnl/dru)

Editor:  Ahmad Toriq  - RayNa
   [Detik Hot] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Jumat, 16 Maret 2012

Habis Tifus Bu Ani Kena Radang Empedu, Terkaitkah Penyakit Ini?

1 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Sebelum terkena penyakit radang kandung empedu dan batu empedu, pada 2,5 bulan lalu Ibu Negara Ani Yudhoyono sempat dirawat akibat terkena demam thyfoid. Adakah hubungan penyakit sebelumnya dengan penyakit radang kandung empedu saat ini.

Menurut DR Dr Rino Alvani Gani, SpPD, K-GEH, FINASIM, penyakit tifus adalah penyakit yang terkait dengan infeksi pencernaan. Sedangkan salah satu pemicu infeksi kandung empedu adalah juga karena infeksi saluran pencernaan.

"Penyakit infeksi saluran pencernaan bisa memicu radang pada kandung empedu dan juga batu. Kalau tidak salah dulu Bu Ani sempat sakit tifus, mungkin saja hal-hal itu menimbulkan infeksi kandung empedu, tapi ini hanya dugaan saya," ujar DR Dr Rino Alvani Gani, SpPD, K-GEH, FINASIM saat dihubungi detikHealth, Kamis (15/3/2012).

Dr Rino menuturkan sulit untuk menentukan mana yang terjadi lebih dulu antara radang kandung empedu atau batu empedu. Hal ini karena ada yang terkena radang terlebih dahulu, akibatnya cairan empedu mengental dan memicu batu.

Namun ada juga yang timbul batu empedu dulu sehingga menyebabkan kerusakan dinding empedu dan memicu radang. Pada umumnya yang terjadi di Indonesia biasanya radang terlebih dahulu baru timbul batu.

"Penyakit radang kandung empedu memang mau dibilang parah, enggak juga, tapi mau dibilang enggak itu parah juga karena kalau didiamkan cenderung berulang lagi atau kambuhan," ujar dokter yang berpraktek di RSCM.

Dr Rino menuturkan kalau kasusnya terus berulang maka nantinya tidak bisa lagi diobati dengan menggunakan antibiotik. Lagi pula saat terkena serangan radang bisa menimbulkan rasa sakit yang dapat merugikan pasien.

"Biasanya kalau sudah ada radang yang disertai dengan batu maka dokter akan menganjurkan untuk operasi, karena jika sudah terdapat batu satu-satunya pengobatan melalui operasi," ungkap dokter yang mendapatkan gelar Doktor Ilmu Penyakit Dalam pada tahun 2011.

Dr Rino menuturkan saat ini sudah canggih jadi recovery setelah operasi biasanya tidak lama, sekarang 2 hari setelah operasi pasien sudah bisa pulang dari rumah sakit dan setelah 1 minggu sudah bisa beraktivitas.

Tapi pada sebagian kasus kecil ada juga pasien yang mengalami radang kandung empedu tanpa disertai oleh batu, sehingga bisa diterapi dengan menggunakan obat-obatan seperti antibiotik.

Dr Rino menjelaskan gejala yang khas dari radang kandung empedu ini biasanya rasa nyeri atau sakit di perut kanan atas yang bisa menjalar hingga ke punggung belakang atau bahu kanan dan bisa disertai dengan demam.
(ver/ir)

Editor: Vera Farah Bararah - RayNa
   [DETIKhaelth] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Keluarga seharusnya jadi pencegah korupsi

0 comments
" Sebagai manusia yang hidup dengan kultur Budaya Timur, pendapat masyarakat tentang seseorang dan nama baik KELUARGA sangat dijunjung tinggi "
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Keluarga bisa menjadi solusi pencegah dan pemberantas korupsi. Menurut Direktur ETNOMARK Consulting Amalia E. Maulana, Ph.D, selama ini sorotan media tidak hanya pada pelaku korupsi namun juga ke seluruh keluarganya.

"Keluarga adalah pihak yang paling terkena akibat dari tindak tanduk ayah atau ibu yang tersandung kasus korupsi," kata Amalia dalam perbincangan dengan ANTARA di Jakarta pekan ini.

Dia mengusulkan agar keluarga diberdayakan sebagai solusi mencegah dan memberantas korupsi, terutama jika lembaga hukum dan pengawasan sudah tidak efektif.

"Bukankah disebut terlibat korupsi adalah hal yang menyakitkan dan memalukan? Sebagai orang yang hidup dengan kultur budaya timur, pendapat masyarakat tentang seseorang dan nama baik keluarga sangat dijunjung tinggi," katanya.

Dia juga mengingatkan saat ini korupsi tak dimonopoli pria, terbukti beberapa kasus besar melibatkan wanita berkarir cemerlang.

"Bayangkan keluarga Malinda Dee. Bayangkan keluarga Nunun. Pasti resah dan tidak tenang karena setiap saat disorot oleh kamera-kamera yang haus berita tidak menyenangkan. Harta yang mungkin saja mereka miliki bukan dari hasil korupsi jadi terkena imbas. Disangka semua pemilikan merupakan barang haram," katanya.

Menurut Amalia, dampak sosial dan pemiskinan karena terlibat korupsi, harus ditonjolkan kepada pejabat maupun keluarganya.

Dia mengusulkan perlunya  pelatihan bertema  "Dampak Korupsi bagi Nama Baik Keluarga" di lembaga-lembaga yang rawan korupsi.

Di dalam pelatihan ini bukan hanya karyawan saja yang harus hadir dalam pelatihan tetapi seluruh anggota keluarganya.

"Mengapa? Karena setiap anggota keluarga jangan justru menjadi pemicu terjadinya korupsi. Bahwa menikmati harta hasil korupsi sifatnya sementara. Pertaruhannya adalah nama baik keluarga," ujarnya.

Dikatakannya, keluarga perlu diingatkan untuk tidak terlena terhadap kemewahan pergi berwisata keluar negeri belanja barang-barang mewah, karena itu semua tidak ada artinya bila dibandingkan dengan nama baik keluarga yang harus dipertahankan seumur hidup.

"Pengawasan korupsi berasal dari dalam rumah, dari keluarga sendiri," kata Amalia, penulis buku "Brandmate Mengubah Just Friends Menjadi Soulmates".
(A038)


Editor: Aditia Maruli - RayGa
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 14 Maret 2012

Foto 3 Menteri & Caddy Golf Seksi Spontan

0 comments

Foto 3 Menteri & Caddy Golf Seksi Spontan 
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta maaf atas foto bersama Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini bersama gadis caddy golf.


"Jadi itu acara K3 sosialisasi dilaksanakan untuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada 150 pengusaha untuk melindungi keselamatan buruh. Sudah delapan kalinya dilakukan dan kebetulan saya ikut saat itu," terang Muhaimin saat mengunjungi Fraksi PKB DPR, di gedung DPR Jakarta, Rabu (14/3/2012).


Muhaimin menjelaskan, bahwa foto-foto bersama caddy itu tidak direncanakan. Hanya, ketika itu pihak panitia meminta agar ketiga Menteri tersebut bisa berfoto.


Ketua Umum PKB ini juga mengaku meminta maaf jika memang dinilai menyinggung perasaan rakyat. "Kita sama sekali tak bermaksud menampilkan di media jadi sebatas permintaan panitia. Kalau dianggap mengganggu ya kami minta maaf," katanya. [mah]


Editor:  Agus Rahmat - RayNa - RanGga
   [inilah.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Minggu, 11 Maret 2012

KPAI: Anak Angkat Pakai Narkoba, Rano Harus Mundur dari Wagub Banten

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma, tertangkap saat memesan narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Rano Karno mempertanggungjawabkan secara politik dengan mundur secara ksatria dari jabatannya.

"Soal narkoba anak Wagub Banten, orangtua harus bertanggungjawab secara moral terhadap kasus anaknya. Kasus narkoba yang melibatkan anak wagub cermin abainya orangtua dalam pengasuhan anak. Wagub telah secara nyata gagal menjalankan amanah, kebobolan di lingkungan terdekatnya. Jika bertanggungjawab dengan urusannya, harusnya mundur dengan ksatria," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni'am Sholeh, kepada detikcom, Minggu (11/3/2012).

Menurut Asrorun Wagub harusnya mampu memberikan teladan yang baik bagi masyarakat. Dari masalah paling sederhana yaitu mendidik dan melindungi anak dari pengaruh buruk pergaulan.

"Wagub sebagai pejabat publik harus mampu memimpin menyelesaikan urusan domestiknya, terutama memberikan perlindungan anak, baru layak memimpin urusan publik,"katanya.

Dalam hal ini, menurut dia, Rano Karno tidak bertindak sebagai teladan yang baik. Mengingat Rano Karno sebagai Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Banten ternyata kecolongan anaknya menggunakan narkoba.

"Wagub dalam kapasitasnya, menjabat sebagai ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP), tetapi justru abai terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan terdekatnya. Untuk itu harus ada pertanggungjawaban dari yangbersangkutan secara hukum dan politikm, tidak hanya moral,"tegasnya.

Anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma, tertangkap polisi saat memesan 5 butir ekstasi via online. Raka ditangkap bersama seorang perempuan bernama Karina Andetia. Keduanya yang ditangkap di sebuah rumah di Jl Perkici raya EB2 no.42 Bintaro Jaya, Sektor 5, Jakarta Selatan, pada 6 Maret lalu ini kini ditahan di Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Rano Karno telah menggelar konferensi pers terkait hal ini. Rano menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum sembari berharap anaknya bisa pulih setelah direhabilitasi.
(van/rif)

Editor: Elvan Dany Sutrisno - RayNa - RanGga
   [DETIK.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Jumat, 09 Maret 2012

Polisi Lacak Situs Jasa Pembunuh Bayaran

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sedang melacak laman (website) penyedia jasa pembunuh bayaran. Menurut juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, petugas kepolisian fokus menyikapi peredaran laman Internet itu. "Termasuk mengungkap pelaku penyedia, jaringan, maksud dan tujuan, serta kapan beredarnya," kata Rikwanto di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2012.

Meski begitu, Rikwanto belum dapat memastikan kebenaran laman penyedia jasa pembunuh bayaran itu karena masyarakat bisa bebas mengakses Internet. "Cyber tidak mengenal batas wilayah sehingga publik bisa masuk di mana saja," ujar Rikwanto.

Sebelumnya, salah satu situs hitmanindonesia.wordpress.com menawarkan iklan jasa pembunuh bayaran. Tampilan awal situs itu memasang tulisan "Menyewakan Jasa Pembunuh Bayaran."

Laman itu juga menyediakan tenaga profesional yang terlatih dan terpercaya untuk melayani pesanan serta mendapat dukungan dari orang dalam di militer dan kepolisian. Bahkan, laman itu mencantumkan sebuah akun surat elektronik bagi peminat yang ingin menggunakan jasa mereka. (WDA | ANT)

Editor: Imam Yunni - RayGa - RanGga
   [Tempo] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 07 Maret 2012

Kasus Dhana Bikin Banyak Pegawai Pajak Berniat Mundur

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Kondisi psikologis para pegawai ditjen pajak kementerian keuangan cukup terganggu akibat banyak pemberitaan negatif yang menyerang institusi mereka. Bahkan beberapa pegawai pajak berprestasi dan membanggakan di ditjen pajak berniat keluar dari PNS.

"Kita sebut itu kasarnya para pejuang militan pajak yang tak kenal lelah dan banyak prestasi yang membanggakan. Mereka berpikir untuk keluar karena adanya pemberitaan miring yang membawa institusinya. Lalu siapa nanti yang mengisi institusi ini?," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Dedi Rudaedi ketika berbincang dengan detikFinance di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (7/3/2012).

Dijelaskan Dedi, para pejabat pajak terus memberikan motivasi dan semangat agar aparat pajak tetap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi, dibulan Maret 2012 ini masyarakat wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan alias SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) wajib pajak orang pribadi.

"Jadi ini tugas aparat pajak yang harus melayani dengan maksimal," ungkap Dedi kembali.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Fuad Rahmany mengingatkan para pegawainya untuk menguatkan hati dan semangat bekerjanya dengan terus memegang nilai integritas, profesionalisme, sinergi, dan pelayanan serta kesempurnaan.

"Yakin lah, Insya Allah cobaan ini dapat kita lalui dan justru ini membuat DJP semakin bersih!" tegas Fuad dalam pernyataannya yang dikutip dari situs Ditjen Pajak.

Setidaknya ada 6 hal yang disampaikan Fuad selau pimpinan Ditjen Pajak kepada para pegawainya, yaitu:
  1. Kuatkan hati tingkatkan semangat kita, bekerjalah dengan penuh semangat dan pegang teguh nilai-nilai Kementerian Keuangan Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan.
  2. Kasus ini, janganlah membuat Saudara-Saudara menjadi demotivasi sehingga menurunkan performa dan kinerja dalam melayani masyarakat.
  3. Tetap memberikan pelayanan terbaik kepada Wajib Pajak, apalagi saat ini sudah mendekati batas akhir penyampaian SPT Tahunan.
  4. Jangan memberikan pernyataan dan berpolemik di media. Semua pernyataan ke media akan dikoordinasikan oleh Direktorat P2Humas.
  5. Teruslah berkomitmen untuk memerangi segala bentuk penyalahgunaan wewenang yang ada.
  6. Yakinlah, Insya Allah cobaan ini dapat kita lalui dan justru ini membuat DJP semakin bersih!
(dru/hen)

Editor: Herdaru Purnomo - RayGa
   [DETIK News] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Sistem Cluster Bikin Susah Pelanggan

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Anda pasti pernah atau sering membeli pulsa elektrik kan? Perlu anda ketahui, 60% – 70% peredaran pulsa di tanah air ini didominasi oleh pulsa elektrik.
Namun sampai saat belum ada payung hukum dan tata niaga yang mengatur usaha pulsa elektrik itu. Hal ini mengakibatkan pihak industri ‘bebas’ menerapkan peraturan.
Andar, warga Gowa hendak membelikan pulsa untuk orang tuanya yang ada di Bulukumba. Entah mengapa, tiga outlet penjual pulsa yang didatangi di sekitar tempat tinggalnya tidak bisa melayaninya. Alasannya, mereka (outlet) belum bisa melayani pengisian pulsa antardaerah.
"Saya heran, kenapa kita mau beli pulsa tapi tidak bisa dikirim antardaerah," keluh Anwar yang memakai operator Telkomsel.
Bukan saja Andar. Belum lama ini, puluhan pengusaha pulsa khususnya operator Telkomsel mengeluhkan adanya peraturan baru yang dikeluarkan pihak PT Telkomsel.
Beberapa pengusaha otlet pulsa yang ada di Sulawesi Selatan mengalami hal yang sama khusnya yang ada di Kota Makassar.
Salah satu pengusaha Pulsa, Musdir SE menjelaskan, setelah pihak PT Telkomsel mengeluarkan peraturan baru, jumlah omset penjualan mengalami penurunan yang sangat besar. " Apalagi Yang ada di Kota Makassar, Telkomsel merupakan operator terbesar, jika peraturan itu berlaku waktu lama maka pengusaha harus siap-siap gulung tikar, " keluhnya. PT Telkomsel setelah memberlakukan peraturan Hard Cluster, seluruh penjual pulsa tidak bisa mengisi pulsa di seluler konsumen diatas 10 persen ke nomor yang bukan wilayah masing-masing." Jika kita melanggar aturan tersebut posisi kita terancam, khususnya Cip M-kios akan diblokir, " ungkap Musdir.
Dikonfirmasi, Manager Branch Makassar Telkomsel area Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, Moh Ardip menjelaskan, apa yang telah dilakukan Telkomsel yang membuat aturan yang tidak memihak pada karakteristik bisnis pulsa elektrik tidak benar. Menurutnya, sitem Hard Cluster yang diterapkan pihaknya berlaku secara nasional dan telah berjalan cukup lama. "Informasi kepada masyarakat perlu diluruskan. Pelanggan, bisa membeli pulsa di mana saja. Yang kita atur itu, bagaimana distributor mengelola cluster-nya," terang Ardip, kemarin.
Kebijakan yang telah dilakukan oleh Telkomsel, yaitu menerapkan kebijakan hard cluster dalam distribusi pulsa mereka. Para distributor, tidak lagi mempunyai kebebasan untuk menjual dan mengisi pulsa ke mana saja, tetapi terbatas pada area tertentu. "Saat ini kami memiliki 10 distributor. Untuk Makassar, kami kerjasama dengan dua distributor," tandasnya.
Sistem sekarang, lanjut Ardip, lebih sehat ketimbang sistem yang digunakan sebelumnya. "Sistem dulu kan Telkomsel memberikan kemana-mana. Itu kan tidak sehat. Kita minta distributor lebih fokus wilayah-wilayah tertentu. Tidak kemana-mana. Distributor di Parepare fokus di Parepare Di Makassar juga fokus di Makassar. Kebijakan ini sudah satu tahunan. Step by step pengelolaannya," paparnya.
Terkait dengan kesulitan mengisi pulsa yang dialami warga Gowa (Andar), pihak Telkomsel, kata Ardip akan melakukan pengawasan ke outlet-outlet yang "nakal.
"Outlet yang kami pertanyakan. Jangan sampai distributornya ini salah penyampaian," tandas Ardip
(KR-AFR/S004)

Editor: Desy Saputra
   [ujungpandangekspres.com] COPYRIGHT © 2012



Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Commuter Electronic Ticket Laris Manis

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Bekasi - Sebanyak 900 penumpang telah menukarkan kartu trayek bulanan kereta rel listrik Commuter Jabodetabek ke Kartu Commet (Commuter Electronic Ticket) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, hingga Februari 2012.

Menurut Petugas Pengawas Loket Stasiun Bekasi, Suladi di Bekasi, Selasa, para penumpang tersebut hanya menukarkan kartu lamanya dengan commet. Sementara proses pengisian ulang pulsa perjalanan baru bisa dilakukan per Maret 2012.

"Tahap awal penukaran berlangsung Februari sampai akhir Maret dengan jatah dari pusat 900 kartu per bulan. Jumlah tersebut termasuk normal, tidak terlalu sepi dan tidak juga ramai," ujarnya.

Menurut dia, penumpang yang mempunyai kartu trayek bulanan (KTB) per Januari-Februari 2012 tinggal datang ke-35 stasiun yang ditunjuk PT KAI untuk penukaran Kartu Commet.

Pelanggan harus membawa KTB, fotokopi identitas diri yang masih berlaku, dan mengisi formulir di stasiun tempat penukaran Kartu Commet.

Suladi mengatakan, pengisian pulsa Commet membutuhkan biaya Rp258.000 per bulan. Pulsa tersebut akan memperoleh pemotongan setiap kali penumpang naik kereta senilai Rp6.000 per tujuan.

Menurut dia, kartu tersebut juga berfungsi sebagai kunci masuk ke area stasiun melalui 12 pintu elektrik yang terpasang masing-masing enam pintu di bagian selatan dan enam pintu di utara.

"Calon penumpang cukup menempelkan kartu Commet di panel pemindaian dan pintu akan bisa diputar masuk. Selain kartu tersebut, pintu tak akan bisa dibuka kecuali oleh petugas berwenang," katanya.

(KR-AFR/S004)

Editor: Desy Saputra
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Minggu, 26 Februari 2012

LPSK Harusnya Jadi Lembaga Pelindung Bukan Pengancam

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan akan mencabut perlindungan terhadap Mindo Rossalina Manulang karena sang pengacara, Ahmad Rifai dinilai terlalu banyak bicara. Menurut tim pengacara Rosa, niat baik Rosa untuk membongkar kasus yang membelitnya harusnya didukung LPSK, bukan malah mengancam akan menarik perlindungan.

"Upaya pelaporan yang dilakukan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait adanya dugaan menteri atau staf khususnya yang meminta fee 8 persen adalah komitmen Rosa sebagai whistle blower atau justice collaborator untuk membantu upaya pemberantasan korupsi. Niat dan ikhtiar baik Rosa tersebut semestinya direspon dengan baik oleh LPSK dan bukan dipersoalkan atau malah ditutup-tutupi dan bahkan akan mencabut perlindungan," ujar salah satu tim kuasa hukum Rosa, Ahmad Rifai.

Rifai mengatakan hal itu dalam jumpa pers di kantornya, Mayapada Tower lantai 7, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (26/2/2012).

Pihaknya menambahkan, di saat Rosa ingin membongkar kasus korupsi seharusnya kewajiban LPSK sesuai UU untuk melindungi bukan malah menolak atau bahkan mencabut perlindungan.

"Jika hal tersebut (pencabutan perlindungan pada Rosa) dilakukan, kami memiliki dugaan bahwa LPSK ingin agar kasus dugaan tindak pidana korupsi yang diketahui Rosa ditutupi dari proses hukum," tegas Rifai.

Tim pengacara Rosa juga menyesalkan mengapa LPSK masih mempertanyakan soal keabsahan mereka sebagai pengacara atau penasihat hukum dari Rosa. Pihaknya sangat menyesalkan pernyataan LPSK yang mengancam mencabut perlindungan terhadap Rosa.

"Sebagai lembaga yang melindungi saksi atau korban, jangan sampai LPSK yang harusnya menjadi pelindung malah menjadi lembaga pengancam. Pernyataan ini kami sampaikan bukan sebagai bentuk perlawanan terhadap LPSK hanya ingin meluruskan opini agar publik mendapat keterangan secara seimbang," tegas dia.

Sebelumnya, LPSK mengancam akan mencabut perlindungan yang telah diberikan terhadap Rosa atas kasus Wisma Atlet tersebut. Alasannya, Rifai terlalu banyak bicara soal kasus sehingga membahayakan posisi Rosa.

Peninjauan ulang ini didasarkan perjanjian Rosa dengan LPSK. Yaitu orang yang di bawah perlindungan LPSK harus seizin LPSK jika berhubungan dengan pihak lain.
(nwk/nwk)

Editor: Muhamad Arif - RayNa 
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012



Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Geng motor menyerang Mapolresta Pekanbaru

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Pekanbaru - Puluhan anggota kelompok geng motor menyerang Mapolresta Pekanbaru. Akibatnya, kaca pos penjagaan yang baru saja direnovasi pecah terkena lemparan batu.

Penyerangan terjadi pada Minggu (26/2/2012) sekitar pukul 03.00 WIB.

"Kuat dugaan penyerangan ini dilakukan karena sebelumnya pihak kepolisisan menangkap ketua geng motor yang terlibat dalam aksi pengeroyokan warga," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar, kepada detikcom, Minggu (26/2/2012).

Akibat penyerangan ini, kaca pos penjagaan polisi yang baru saja direnovasi pecah terkena lemparan batu. Selain pos penjagaan polisi, kelompok geng motor juga merusak kaca dinding ATM Bank Lippo yang berjarak tidak begitu jauh dari Mapolresta.

Pihak Mapolresta Pekanbaru langsung bertindak cepat merespon insiden tersebut. Mereka menangkap 7 orang yang diduga pelaku penyerangan. Pengamatan detikcom, ketujuh orang tersebut saat ini sedang diperiksa di lantai 3 Mapolresta Pekanbaru.

"Kita sudah tahu siapa saja pelaku dibalik ini. Besok pagi tinggal kita tangkap. Sementara ini sudah ada 7 orang yang ditahan," tutur Adang.
(trq/ahy)

Editor: Haidir Anwar Tanjung - RayGa 
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 23 Februari 2012

Mengejutkan! Nazaruddin Tidak Cecar Andi Mallarangeng

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Sikap M Nazaruddin terhadap Menpora Andi Mallarangeng sungguh berbeda saat Angelina Sondakh alias Angie hadir sebagai saksi di persidangan. Bila sebelumnya Nazaruddin mencecar Angie, kali ini mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat (PD) itu tidak mencecar Andi. Bahkan Nazaruddin mengaku tidak keberatan atas keterangan Andi. Ada apa?

Andi Mallarangeng dihadirkan dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet dengan terdakwa M Nazaruddin di PN Tipikor, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (22/2/2012) sejak pukul 09.30 WIB. Andi selesai bersaksi sekitar pukul 14.00 WIB.

Kesaksian Andi berakhir setelah majelis hakim bertanya kepada Nazaruddin. "Saudara terdakwa, apakah ada keberatan dengan keterangan saksi?" tanya ketua majelis hakim, Dharmawati Ningsih.

Nazaruddin yang duduk bersisian dengan tim pengacaranya langsung menjawab tidak keberatan. "Saya tidak keberatan karena memang dalam pertemuan itu, saya tidak pernah sekalipun membahas proyek Wisma Atlet dan Hambalang," kata Nazaruddin.

Belum selesai Nazar berbicara, Dharmawati langsung memotong.

"Sudah...sudah, berarti tidak ada kebaratan?" ujar Dharmawati lagi.

"Iya, Yang Mulia," kata Nazaruddin.

"Apakah Saudara ada pertanyaan untuk Saudara saksi?" tanya Dharmawati.

"Tidak ada, Yang Mulia," jawab Nazaruddin.

Nazaruddin sebelumnya juga tidak melihat barang bukti yang dibeberkan dalam ruang persidangan.

"Saudara terdakwa ke depan juga melihat barang bukti," perintah Dharmawati.

Nazaruddin menolak lantaran sedang tidak enak badan. "Tidak, Yang Mulia, lagi sakit tidak enak badan," kata Nazaruddin sambil senyum-senyum.

Barang bukti akhirnya hanya dilihat oleh Andi Mallarangeng, kuasa hukum Nazaruddin, dan jaksa dari KPK.

Sementara sebelum sidang, Nazaruddin sesumbar akan menanyakan sejumlah hal kepada Andi Mallarangeng. Misalnya tentang sumbangan Rp 150 juta Permai Group kepada kubu Andi saat Kongres PD di Bandung pada Mei 2010.
(aan/nrl)

Editor: Fajar Pratama
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 22 Februari 2012

Pemerintah naikkan uang pensiun TNI/Polri

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 19 dan 20 tahun 2012 telah menaikkan pensiun pokok minimal anggota TNI/Polri.

Menurut Laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, PP tersebut menyatakan pensiunan TNI/Polri minimal memperoleh pensiunan pokok Rp1.325.000 (sebelumnya Rp1.230.000), belum termasuk tunjangan keluarga dan tunjangan pangan.

Dalam lampiran PP nomor 19 Tahun 2012 disebutkan untuk pensiunan pokok pensiunan Golongan I/Tamtama terendah adalah Rp1.325.000 dan tertinggi Rp1.774.200.

Pensiun pokok tertinggi untuk Golongan II/Bintara adalah Rp 2.410.100 (sebelumnya Rp2.156.700), Golongan III/Pama Rp2.852.400 (sebelumnya Rp2.539.500), Golongan IV/Pamen Rp3.128.300 (sebelumnya Rp2.785.100), dan Golongan V/Pati Rp3.538.200 (sebelumnya Rp3.150.000).

Pemerintah juga merinci pensiun pokok tertinggi untuk anggota TNI penderita cacat saat bertugas, yaitu untuk Tamtama Rp2.365.600, Bintara dari Rp1.693.700 sampai Rp3.213.400, Pama dari Rp2.198.400 sampai Rp3.803.100, Pamen dari Rp2.411.100 sampai Rp4.171.00, dan Pati dari Rp2.644.400 sampai Rp4.717.500.

Sementara itu, untuk pensiun pokok warakawuri/duda, tunjangan anak yatim/piatu, dan tunjangan orang tua ditetapkan sebesar Rp993.800 untuk Tamtama, Bintara Rp1.124.700, Pama Rp1.331.100, Pamen Rp1.459.900, Pati Rp1.651.200.

Sedangkan tunjangan pokok untuk warakawuri/duda anggota TNI yang meninggal dalam dinas untuk golongan Tamtama sebesar Rp1.182.800, Bintara Rp1.606.700, Pama dari Rp1.099.200 sampai Rp1.901.600, Pamen Rp1.205.600 sampai Rp2.085.500, dan Pati Rp1.322.200 sampai Rp2.358.800.

Nilai nominal pensiun pokok anggota Polri yang termuat dalam lampiran PP nomor 20 Tahun 2012 sama dengan ketentuan untuk TNI. (F008)

Editor: B Kunto Wibisono
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 16 Februari 2012

Wow! Kelelawar Pesugihan Makan Roti Dan Minum Susu

0 comments
Mitra-solusindo.com , Nguling – Selain ukurannya yang besar, kelelawar yang ditemukan oleh warga Sumurlecen Desa Kedawang Kecamatan Nguling, Pasuruan, ternyata juga memiliki kebiasaan aneh yakni minum susu dan makan roti.

Menurut warga setempat, kelelawar tersebut semula diberi makan buah-buahan seperti pepaya, pisang dan jambu namun anehnya justru tak mau dimakan satu pun olehnya.

Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga kemudian menyarankan untuk memberinya susu dan roti. Aneh! makanan manusia tersebut malah habis dimakannya bahkan tidak cuma sepotong, melainkan hingga 3 sampai 4 roti habis dilahapnya perhari.

Keanehan binatang malam itu membuat warga menamakannya Pok Kopok atau dalam istilah warga makhluk jadi-jadian alias pesugihan.

Untuk sementara waktu, hewan aneh tersebut ditempatkan dibelakang rumah Suparjo, salah seorang warga di belakang rumahnya yang berdekatan dengan laut.

“Sekarang saya gantung di rumah,” ujar Suparjo.

Warga berharap si pemilik kelelawar tersebut datang dan mengambilnya, pasalnya pada kaki kanan hewan tersebut terdapat cincin berwarna perak yang menandakan ia pernah dimiliki oleh seseorang.

Sebelumnya, seorang warga bernama Rohmah dikejutkan oleh kemunculan binatang tersebut di dalam kotak uang miliknya saat hendak membuka warung rujaknya.

Warga beranggapan kelelawar berukuran panjang 1 meter dan berat 2 kilogram tersebut adalah mahluk pesugihan, menyusul seringnya warga yang kehilangan uang sejak 3 bulan terakhir. (yog/yog) 

Editor: WB
   [Warta Bromo] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Waduch! Ada Kelelawar Pesugihan Di Pasuruan

0 comments
Mitra-solusindo.com , Nguling – Warga Dusun Sumurlicin Desa Kedawang Kecamatan Nguling, Pasuruan digegerkan dengan ditangkapnya seekor kelelawar berukuran raksasa dengan panjang 1 meter dan beratnya hampir 2 kilogram. Kelelawar berukuran raksasa tersebut dianggap warga setempat sebagai kelelawar jadi-jadian alias pesugihan.

Kejadian aneh tersebut bermula saat Rohma (28) warga dusun setempat saat hendak membuka warungnya, Selasa (14/2/2012) kemarin.

Wanita yang sehari-hari berjualan rujak serta sejumlah kebutuhan nelayan pesisir tersebut mengaku kaget saat membuka kotak uangnya dan tiba-tiba melihat seekor kelelawar berukuran raksasa di dalamnya.

Kontan, Rohma menjerit dan minta tolong karena ketakutan melihat binatang malam yang tak wajar tersebut.

Kelelawar raksasa itu akhirnya berhasil ditangkap oleh Nasum (32) suami rohmah yang kemudian mengikatnya dan ditaruh di sebuah pohon depan rumah sehingga menjadi tontotan warga setempat.

Warga menganggap kelelawar berukuran besar tersebut adalah makhluk jadi-jadian alias pesugihan menyusul banyaknya kejadian hilangnya uang milik warga selama 3 bulan terakhir.

“Saya adalah orang yang paling sering kehilangan uang,” ujar Rohma, wanita penemu kelelawar raksasa tersebut.

Pernyataan Rohma ternyata juga diamini oleh sejumlah warga lainnya, mereka percaya uang warga yang sering hilang diduga akibat ulah makhluk bersayap dan berwarna hitam tersebut.

Sementara hingga saat ini, kelelawar berukuran raksasa tersebut masih menjadi tontonan warga karena ukurannya yang cukup besar dan ulahnya yang aneh. (yog/yog)

Editor: WB
   [Warta Bromo] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 15 Februari 2012

Presiden bantah keluarga terima aliran bank Century

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah isu adanya aliran dana "bail out" Bank Century ke keluarganya. Dia  menegaskan komitmen untuk penyelesaian kasus Bank Century melalui proses hukum bila ada pelanggaran hukum.

"Kita sepakat manakala ada pelanggaran hukum dan negara dirugikan, hukum harus ditegakkan, kita mendukung penyelesaian hukum," kata Presiden saat pertemuan dengan kalangan pers di Istana Negara Jakarta, Senin malam.

Kepala Negara menegaskan dari laporan yang diterima hingga saat ini dari audit forensik yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum ada pelanggaran dalam pemberian dana talangan bagi Bank Century tersebut.

"Yang saya ketahui kepolisian bekerja, KPK bekerja Kejaksaan ,BPK, bekerja. Saya ikuti, laporan yang saya terima, tidak ada penyimpangan dari dana pms Rp6,7 triliun yang dikategorikan pelanggaran hukum. BPK pun sebetulnya belum mengatakan ada kerugian negara. Saya mendukung proses hukum untuk mendapat kebenaran sejati, bola ada dipenegak hukum, di KPK, saya yakin itu bisa diselesaikan," kata Presiden.

Kepala Negara menambahkan,"disebut ada keluarga ibu Ani, jawabannya adalah memang yang bersangkutan menjadi nasabah Bank Century jauh sebelum ada krisis dan jauh sebelum adanya PMS (bail out), dari saudara Anto, itu transaksi terakhir Januari 2007 hampir dua tahun sebelum adanya bail out, tidak ada kaitannya dengan Rp6,7 triliun itu. Sekali lagi diceritakanlah kebenaran dan fakta, saya percaya pada KPK dan BPK (untuk proses hukum penanganan Bank Century-red)."
(P008*D013*G003)

Editor: Aditia Maruli
   [Antara News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Ribut Soal Jajanan Rapat, Bukti Anggota DPR Tak Cerdas

0 comments

Mitra-solusindo.com , Jakarta - Keluhan anggota DPR soal jajanan saat rapat yang itu-itu saja menuai kritik. Ini menjadi bukti jika kualitas anggota DPR buruk karena gemar meributkan hal yang remeh-temeh.


"Seharusnya tidak perlu, ini bukti kualitas berfikir anggota dewan tidak cerdas," kritik pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah saat dihubungi detikcom, Rabu (15/2/2012).


Menurut Iberamsjah, pernyataan seorang anggota dewan soal makanan hanya ingin menarik perhatian publik. Padahal lanjutnya, itu akan semakin membuat citra DPR sebagai lembaga legislatif semakin buruk.


Seharusnya kata Iberamsjah, anggota dewan fokus melakukan fungsinya seperti pemgawasan, legislasi dan anggaran. Saat ini kinerja DPR masih jauh dari yang diharapkan oleh rakyat.


"Fokus saja mengurus rakyat, jangan cuma kemauannya besar tapi pengabdian kecil," kata Ibermasjah.


Sebelumnya, anggota DPR yang juga Wakil Ketua BURT DPR dari PKS, Refrizal mengeluhkan jajanan rapat yang itu-itu saja. Saat anggaran untuk jajaran rapat sudah dinaikkan pun, makanan yang dihidangkan pihak Setjen DPR dinilai tak ada perubahan.


"Yah memang banyak yang nilainya tidak pantas. Seperti harga konsumsi ringan untuk anggota DPR yang mencapai Rp 20 ribu rupiah, yang berisi 3-4 potong makanan ringan, menurut saya tidak pantas. Dulu harganya itu Rp 7.500, tahun lalu Rp 15.000 dan tahun ini kita naikkan sampai Rp 20.000, tapi makanannya selalu sama tidak ada yang berubah atau ditingkatkan," katanya.
(did/did)


Editor: Didi Syafirdi
   [DETIK News] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
 
Mitra Solusindo News © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here