Advertise

mitra solusindo. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 April 2012

Tes Air Liur untuk Deteksi Kanker Mulut

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Kanker mulut memang kurang dikenal luas. Hal ini memunculkan kekhawatiran dari beberapa ilmuwan di Amerika Serikat karena banyak pasien yang tidak menyadari gejalanya namun tahu-tahu meninggal karenanya.

Seorang dokter bedah di Michigan State University, Barry Wenig pun mempelopori pengembangan sebuah tes dengan menggunakan air liur yang sederhana dan murah untuk deteksi dini kanker mulut.

Wenig yang juga profesor di College of Human Medicine's Department of Surgery dan pemimpin proyek ini bekerjasama dengan Delta Dental of Michigan's Research and Data Institute untuk menyusun data dan merekrut para dokter gigi yang nantinya membantu percobaan yang dilakukan Wenig dan timnya.

Studi ini akan mendaftar 100-200 pasien yang memiliki lesion (jaringan tidak normal) putih atau adanya jaringan yang tumbuh di dalam mulut dan daerah amandelnya untuk diuji sebagai bagian dari percobaan klinis.

Dalam percobaan ini nantinya Wenig dan timnya akan mencari biomarker atau tanda-tanda biologis tertentu yang sebelumnya diidentifikasi oleh para peneliti di UCLA. Biomarker inilah yang mengkonfirmasi adanya kanker mulut.

Dengan menciptakan tes dengan air liur yang sederhana dan mampu mengidentifikasi kehadiran biomarker, dokter umum dan dokter gigi bisa mengetahui pasien mana yang memerlukan perawatan dan pasien mana yang bisa menghindari biopsi (tes yang melibatkan penghapusan sel atau jaringan untuk pemeriksaan) invasif yang tidak perlu.

"Sebagian besar lesionnya jinak sehingga mayoritas penderita malah mendapatkan biopsi yang sebenernya tidak perlu," ujar Wenig seperti dilansir dari medindia, Rabu (18/4/2012).

"Sebaliknya, tes sederhana akan memungkinkan kita untuk mengidentifikasi pasien dengan lesion ganas dan mendorong pasien untuk mendapatkan pengobatan lebih cepat," ungkapnya.

Kanker mulut memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah karena lambatnya deteksi dini. Wenig pun berkata: Hanya 60 persen pasien yang hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis. Bahkan diantara para pria kulit hitam, tingkat kelangsungan hidupnya kurang dari 38 persen.

"Tantangan utama untuk mengurangi tingkat kematian dan morbiditas kanker mulut adalah untuk mengembangkan strategi identifikasi dan deteksi penyakit saat masih berada pada tahapan yang sangat dini," katanya.

Selain Delta Dental's Research and Data Institute untuk memantau perkembangan proyek ini, Wenig juga berkolaborasi dengan PeriRX, perusahaan asal Pennsylvania yang akan mensponsori percobaan ini bersama FDA.

"Tes ini bersifat non-invasif karena pasien hanya perlu meludah dalam sebuah cangkir. Kemudahan tes ini pun akan memperluas kemampuan kita untuk memindai lesion kanker secara efektif," papar Wenig.

Wenig mencatat, "Sekarang ini belum ada pemindaian dini untuk mendeteksi sebagian besar kanker yang terjadi di kepala dan leher sehingga tes ini bisa menjadi inovasi yang luar biasa."

Selain itu, tes ini berpotensi menghemat biaya perawatan kesehatan karena jumlah biopsinya bisa dikurangi, tambahnya.

Editor:  Rahma Lillahi Sativa | RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 29 Maret 2012

Tips Tidur yang Baik untuk Wanita Hamil

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Tidur bagi wanita hamil merupakan sebuah kebutuhan. Adanya janin dalam perut memberikan ketegangan pada tubuh wanita, itu sebabnya wanita hamil cepat lelah dan membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak.

Agar perkembangan janin baik, seorang ibu harus memperhatikan kualitas maupun posisi tudur.

Berikut 10 tips yang perlu diperhatikan oleh wanita hamil seperti dikutip dari coolhealthtips, Kamis (29/3/2012) antara lain:

1. Perbanyak Istirahat
Selama masa kehamilan cobalah untuk beristirahat sebanyak mungkin dan cobalah untuk menambah jam tidur Anda.

2. Tetapkan Jam Malam
Tidur di jam yang sama setiap malam akan membiasakan tubuh memiliki jadwal khusus untuk beristirahat. Hal ini bagus untuk kesehatan ibu dan janin.

3. Tidur dengan Posisi Kepala dan Leher Terangkat.
Tidur dengan kepala dan leher diangkat dapat menurunkan asam lambung.

4. Hindari Mimpi Buruk
Pikiran yang penuh beban ketika pergi tidur kadang akan terbawa sampai ke mimpi. Untuk menghindari mimpi buruk, berbagilah dengan pasangan mengenai masalah dan ketakutan Anda dan hindari makan malam yang terlalu banyak.

5. Gunakan Bantal Tambahan
Pada trimester pertama kehamilan, Anda dapat menggunakan bantal tambahan antara lutut atau di bawah perut agar badan lebih nyaman ketika tidur.

6. Pakailah Bantal Panjang
Anda akan dapat menikmati tidur yang lebih baik pada trimester kedua kehamilan dengan menempatkan bantal di antara kedua lutut dan bantal yang memanjang dari punggung hingga perut.

7. Tidur Miring ke Kiri
Pada trimester ketiga, cobalah untuk tidur miring ke kiri sehingga sirkulasi darah dapat ditingkatkan ke arah rahim, janin dan ginjal. Sirkulasi darah pada jantung juga dapat ditingkatkan dengan cara ini.

8. Lakukan Aktivitas Kecil
Memasuki trimester ketiga, wanita hamil kadang tidak bisa tidur di malam hari. Lakukan beberapa kegiatan seperti menonton TV dan mendengarkan musik sebelum Anda mencoba untuk tidur kembali.

9. Atasi Kram Kaki
Wanita hamil kadang mengalami kram di kaki, untuk mengatasinya luruskan kaki dan gerak-gerakkan kaki Anda ke atas ketika sedang berbaring di tempat tidur.

Masa kehamilan menuntut wanita untuk lebih banyak beristirahat dan tidak stres karena hal ini akan menjamin pertumbuhan janin yang sehat. Hindarilah melakukan pekerjaan yang berat, olah raga yang teratur dan makan makanan yang bergizi.
(ir/ir)

Editor:  Linda Mayasari   | RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Besar atau Kecil, Payudara Tetap Harus Sering 'Diraba'

1 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Banyak orang meyakini payudara kecil lebih aman dari kanker. Namun menurut ahli kanker, payudara besar maupun kecil sama-sama bisa diserang kanker dan satu-satunya cara mudah untuk mendeteksinya adalah dengan sering-sering diraba.

Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk mengatakan kanker payudara paling banyak berasal dari kelenjar payudara. Makin banyak kelenjarnya, otomatis peluang untuk diserang kanker juga semakin besar.

Karenanya tidak salah apabila dikatakan bahwa makin besar ukuran payudara maka risiko kanker juga makin besar. Namun bukan berarti payudara kecil benar-benar aman, sebab kenyataannya laki-laki sekalipun bisa kena kanker payudara meski risikonya jauh lebih kecil.

"Laki-laki juga bisa kena, tapi kalau dibandingkan dengan perempuan paling cuma 1:100 karena kelenjarnya tidak berkembang. Jadi sama saja, payudara besar atau kecil tetap harus diperiksa," kata dr Sonar usai peluncuran Film Televisi tentang kanker payudara, "Derita Dinda" di Hotel Four Seasons, Kamis (29/3/2012).

Cara paling mudah untuk memeriksanya menurut dr Sonar adalah dengan sering-sering meraba payudara, lalu memeriksakannya jika ditemukan ada benjolan. Tidak perlu panik, tidak semua benjolan itu pasti kanker karena hanya 1 dari 5 benjolan yang pada akhirnya terbukti sebagai kanker.

Sayangnya, benjolan kanker kadang-kadang baru teraba ketika ukurannya sudah lebih dari 1 cm yang artinya sudah memasuki stadium 1. Peluang kesembuhannya tentu masih lebih tinggi dibandingkan jika sudah stadium lanjut, namun tetap saja jaringan kankernya harus dioperasi.

Menurut dr Sonar, peluang kesembuhan yang paling besar adalah jika kanker ditemukan pada stadium 0 (nol) yakni ketika belum ada gejala atau benjolan. Pada stadium ini, kanker tidak terdeteksi hanya dengan diraba saja tetapi harus diamati dengan alat khusus.

Pada perempuan di atas usia 40 tahun, deteksi dini kanker payudara pada stadium 0 bisa dilakukan dengan pemeriksaan penunjang berupa mamografi. Untuk perempuan yang berusia di bawah 40 tahun, pemeriksaan penunjang yang digunakan adalah ultrasonografi.
(up/ir)

Editor:  AN Uyung Pramudiarja  | RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Sabtu, 24 Maret 2012

Minum Aspirin Bisa Kurangi Resiko Kanker

0 comments
Mitra-Solusindo.com , LONDON -- Aspirin semakin menyita perhatian para peneliti sebagai obat antikanker. Tidak hanya menghambat pertumbuhan kanker, obat itu juga dinilai dapat memperlambat penyebaran sel kanker bagi para penderitanya.

Peneliti dari Oxford University Peter Rothwell mengatakan, orang dewasa yang mengkonsumsi aspirin setiap hari selama tiga tahun memiliki resiko pertumbuhan sel kanker 25 persen lebih rendah. Begitu pula, penderita kanker yang mengkonsumsi aspirin setiap hari selama tiga tahun memiliki resiko kematian 15 persen lebih rendah.

"Dalam lima tahun, resiko kematian pasien yang mengkonsumsi aspirin lebih rendah 37 persen dibanding pasien yang tidak mengkonsumsi," kata dia seperti dilansir Newscientist.

Rothwell menambahkan, aspirin juga dapat menghambat penyebaran sel kanker untuk menjalar ke organ-organ tubuh yang lain. Mengkonsumsi aspirin selama 6,5 tahun dapat mengurangi resiko penyebaran sel kanker hingga 50 persen.

"Tapi resep ini tidak dapat diberikan kepada setiap orang. Para peneliti juga memperingatkan bahwa mengonsumsi aspirin dengan cara seperti itu dapat merusak usus dan menyebabkan pendarahan," ungkapnya.

Editor: -- | RayGa
   [Republika.co.id] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Bahayanya Anak Terpapar Asap Rokok

0 comments
Mitra-Solusindo.com , TUBAN - Amat penting untuk menjauhkan anak dari paparan asap rokok. Dan amat bijaksana bila orangtua yang merokok mengerti hal tersebut dengan menjauh dari anak saat akan merokok.

Penelitian terbaru dari Norwegia menemukan bahaya yang mengancam bagi para perokok pasif, terutama anak-anak.

Anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko dua kali lipat mengembangkan penyakit paru-paru obstruktif kronik (POKK) kelak saat mereka beranjak dewasa dibandingkan perokok pasif dewasa.

Penyakit paru-paru obstruksi kronik merupakan klasifikasi luas dari gangguan yang mencakup bronkitis kronik, bronkitis, emfisema dan asma.

Temuan yang dipublikasikan dalam journal Respirology ini merupakan hasil penelitian dari Haukeland University Hospital di Bergen, Norwegia terhadap 433 pasien dewasa pengidap PPOK dan 325 pasien dewasa sehat untuk menilai faktor risiko untuk kondisi yang menyebabkan kesulitan bernafas dan tumbuh lebih buruk dari waktu ke waktu.

Peneliti menemukan wanita yang sering terpapar asap rokok ketika masih kecil memiliki risiko 1,9 kali lebih besar terkena penyakit paru-paru. Sedangkan, pria yang sering terpapar asap rokok ketika masih kecil memiliki risiko 1,5-1,7 kali lipat lebih besar dari pada mereka yang tidak terkena paparan asap rokok.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa risiko jangka panjang terkena PPOK dapat dikurangi dengan menjauhkan anak dari paparan asap rokok," papar peneliti Ane Johannessen dilansir melalui Everydayhealth, Selasa (20/3).

Memang benar jika asap rokok bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya PPOK, sebab polusi udara dan faktor genetika juga memainkan peran. Namun menurut peneliti, asap rokok menjadi faktor terkuat timbulnya gangguan pada paru-paru.

Editor: Innes | RayGa
   [Ghiboo.com] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini

Read more...
Kamis, 22 Maret 2012

Tomcat serang dua warga Sleman

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Sleman - Dua warga Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terluka diduga kuat akibat serangan serangga yang dijuluki tomcat.

"Kami memang menerima laporan ada dua warga dari Kecamatan Gamping yang diduga terkena racun tomcat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, Kamis.

Dua warga tersebut menderita luka kulit melepuh diduga terkena racun serangga tomcat.

"Kami kini masih berusaha mengidentifikasi kejadian tersebut, memang bila dilihat dari gejala yang muncul menyerupai serangan tomcat," katanya.

Ia  mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kejadian itu dan meminta mereka tetap menjaga kebersihan untuk mengantisipasi munculnya tomcat.

Mafilindati mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman untuk mengantisipasi meluasnya serangan tomcat.

"Bila masyarakat merasa terkena racun tomcat usahakan jangan digaruk dan jangan terkena sinar matahari langsung karena bisa membuat kulit menghitam," katanya.

Sementara itu, Camat Gamping Budiharjo mengatakan dirinya memang menerima informasi adanya dua warga yang diduga terkena serangan tomcat.

"Warga yang terserang telah mendapat perawatan dari Puskesmas dan saat ini dalam kondisi baik," katanya.
(V001/D012)

Editor: Suryanto | RayNa
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Minggu, 18 Maret 2012

Menghadapi Menopause Tanpa Kekhawatiran

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Tuban - Bagi seorang wanita, kata “menopause” bisa jadi merupakan momok yang menakutkan. Bagaimana tidak, kaum wanita biasanya akan membayangkan munculnya berbagai masalah dan keluhan seputar kesehatan dan kehidupannya pada fase menopause. Fenomena seperti ini jangan sampai membuat kaum wanita menyerah dan berputus asa dengan keadaan sehingga tidak melakukan usaha untuk dapat menikmati masa menopause yang berkualitas. Untuk itu, perlu kiranya kaum wanita memahami seluk beluk menopause supaya bisa menjalani hari-harinya dengan tetap sehat dan bersemangat.
  • Menopause Adalah Proses Alami
Pada tahapan paruh baya, selain mengalami proses menua, wanita juga mengalami keadaan khusus yaitu menopause. Menopause berasal dari dua kata yaitu “meno” (menstruasi/haid/datang bulan) dan “pause” (stop/berhenti), yang mempunyai arti berhentinya siklus haid. Masa-masa sebelum dan setelah menopause disebut masa klimakterium. Pada masa inilah terjadi perubahan yang nyata pada metabolisme, fisik (tubuh), dan psikis (kejiwaan), yang selanjutnya dapat menimbulkan dampak sosial.

Menopause adalah proses alami dari penuaan, yaitu ketika wanita tidak lagi mendapatkan haid selama 1 tahun. Penyebab berhentinya haid karena indung telur tidak lagi memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Itu sebabnya, menopause diawali dengan perubahan pola haid. Haid menjadi tidak teratur, semakin jarang, dan akhirnya berhenti. Saat berhenti haid ini disebut menopause, tetapi batasan yang jelas kapan berhenti haid tidak pasti, sehingga disimpulkan seorang wanita dikatakan menopause bila telah setahun tidak mendapatkan haid. Rata-rata wanita mengalami menopause pada usia sekitar 50 tahun. Pada wanita muda, menopause bisa saja terjadi, yaitu pada mereka yang menjalani operasi pengangkatan indung telur.
  • Keluhan yang Muncul Ketika Menopause
Beberapa keluhan yang biasanya muncul pada wanita yang memasuki masa menopause antara lain : semburat panas (hot flush), keringat malam hari, dan atau semburat dingin dan kulit lembab, berdebar-debar, mudah marah, gangguan mood (suasana hati), sulit tidur, haid tidak teratur, gangguan fungsi seksual (tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan intim), kekeringan vagina, terasa lelah, gelisah, rasa khawatir, sulit konsentrasi, mudah lupa, sering tidak dapat menahan kencing, gatal, nyeri otot dan sendi, kram, payudara lembek, migren, keluhan lambung, kembung, nyeri ulu hati, mual, dan depresi.
  • Munculnya Berbagai Penyakit Ketika Menopause
Kaum wanita perlu mewaspadai beberapa penyakit yang sering muncul pada masa menopause, antara lain:
  • Infeksi saluran kemih yang hilang timbul
  • Obesitas (kegemukan) akibat penimbunan lemak
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi), yang biasanya dimulai pada masa-masa sebelum haid berhenti sama sekali.
  • Penyakit jantung koroner. Penyakit ini disebabkan oleh peningkatan kolesterol darah yang berlangsung lama sehingga menyebabkan penebalan dan kekakuan pembuluh darah (aterosklerosis) sehingga fungsi jantung sebagai pemompa darah menjadi terhambat.
  • Osteoporosis (pengeroposan  tulang), dijumpai  pada 85% wanita yang telah mengalami menopause selama lebih dari 10 tahun.
  • Diabetes mellitus (kencing manis). Perubahan hormonal pada masa menopause menyebabkan penurunan sensitivitas insulin sehingga gula di aliran darah tidak dapat masuk ke dalam sel dan berakibat kadar gula darah meningkat.
  Menerapkan Pola Makan Sehat

Pola makan yang dianjurkan adalah gizi seimbang dengan frekuensi makan 3 kali makan utama (besar) dan 2-3 kali makan selingan (kecil). Frekuensi makan yang sering mempunyai tujuan agar tidak terjadi kelaparan pada saat tertentu dan kekenyangan di saat lain. Makan yang tidak teratur juga akan memicu keluhan sakit lambung atau lebih dikenal dengan sakit maag. Porsi makan atau jumlah makanan yang dimakan untuk masing-masing orang tidak bisa disamakan, karena kebutuhan kalori seseorang dipengaruhi hal-hal seperti tinggi badan, berat badan, aktivitas, dan penyakit yang diderita. Mengonsumsi bermacam-macam jenis bahan makanan mempunyai manfaat yang sangat besar, karena tubuh akan mendapatkan bermacam-macam zat gizi. Tidak ada satu jenis makanan yang sempurna, sehingga untuk mendapatkan zat gizi yang lengkap, harus mengonsumsi makanan yang bervariasi. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup, yaitu 6-8 gelas sehari.

Beberapa makanan yang perlu dibatasi konsumsinya oleh wanita menopause, antara lain makanan berlemak tinggi, makanan dan minuman berkadar gula tinggi, gorengan, garam dan protein yang berlebih, minuman berkafein (contohnya kopi dan teh). Sedangkan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi antara lain makanan yang banyak mengandung vitamin A, C, dan E yang berkhasiat sebagai anti oksidan, dapat dijumpai pada bahan makanan alami maupun suplemen. Vitamin A banyak terdapat pada kuning telur, hati, susu, mentega, sayuran warna hijau, tomat, kol, dan selada. Vitamin C dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah segar berwarna kuning atau merah, seperti jambu biji, jeruk, tomat, dan anggur serta sayuran hijau seperti brokoli dan bayam. Vitamin E banyak terdapat pada kacang-kacangan, sayur dan buah. Suplemen antioksidan bukan merupakan keharusan untuk dikonsumsi bila tubuh dapat memenuhi kebutuhan dari makanan sehari-hari dan mengurangi pajanan radikal bebas (polusi udara, asap rokok, radiasi TV dan komputer, bahan-bahan kimia serta kesibukan hidup yang tinggi).
  • Mengenal Fitoestrogen (Estrogen dari Tumbuhan)
Banyaknya keluhan ketika menopause sangat terkait dengan berkurangnya kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kedelai mengandung zat yang memiliki khasiat dan cara kerja menyerupai estrogen yang selanjutnya dikenal dengan nama “fitoestrogen”. Fitoestrogen mempunyai khasiat meredakan keluhan akibat menopause, seperti semburat panas dan kekeringan vagina. Meskipun banyak perusahaan obat memproduksi suplemen yang mengandung fitoestrogen, namun mengonsumsi fitoestrogen alami dari makanan sehari-hari tentu lebih bijaksana. Makanan kaya fitoestrogen selain bermanfaat meredakan keluhan ketika menopause, juga sangat berperan dalam menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, mencegah penyakit jantung, osteoporosis, dan bahkan kanker. Selain dijumpai pada kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai, tauco), fitoestrogen juga dijumpai pada brokoli, wortel, jeruk, tomat dan cabai.
(ryb/umsh)

Editor:  ummushofiyya - RayGa
   [WP.ummushofiyya] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Sabtu, 17 Maret 2012

Orang yang Sering Melamun Tandanya Punya Otak Tajam

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Setiap orang pasti pernah melamun dan berkhayal memikirkan masa depan atau sesuatu hal yang indah. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang pikirannya sering melayang ternyata memiliki otak yang lebih tajam. Mengapa bisa begitu?

Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang sering melamun justru memiliki lebih banyak memori kerja di otak, yang memberinya kemampuan untuk dapat melakukan dua hal pada saat yang sama.

"Mereka yang memiliki kapasitas memori otak yang lebih tinggi melaporkan pikirannya lebih sering melayang (melamun) saat melakukan tugas-tugas sederhana, meskipun kinerja mereka tidak terganggu," ujar Daniel Levinson, psikolog di University of Wisconsin-Madison, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (17/3/2012).

Dalam studi yang hasilnya sudah dipublikasikan dalam Psychological Science ini, peneliti meminta partisipan untuk menekan tombol saat merespons kata-kata yang muncul di layar komputer. Peneliti kemudian akan memeriksa secara berkala untuk menanyakan apakah pikiran partisipan sempat melayang alias melamun.

Pada akhir studi, peneliti mengukur kapasitas memori kerja partisipan serta juga memberikan skor untuk kemampuan mengingat serangkaian huruf diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan matematika yang mudah.

Hasilnya, partisipan yang lebih banyak melamun justru yang kapasitas memori otaknya lebih tinggi.

Diperkirakan ini berkaitan dengan ruang kerja mental yang digunakan. Misalnya, ketika orang dapat menjumlahkan dua angka yang diucapkan tanpa perlu menuliskannya, tapi cukup dengan membayangkannya saja. Kapasitas ini telah dikaitkan dengan ukuran umum intelijen, seperti pemahaman membaca dan skor IQ.

Studi terbaru ini menggarisbawahi bagaimana memori kerja penting dalam memungkinkan otak untuk fokus pada masalah yang paling mendesak.
(mer/ir)

Editor:  Fino Yurio Kristo - RayGa
   [DETIKhaelth] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Jumat, 16 Maret 2012

Habis Tifus Bu Ani Kena Radang Empedu, Terkaitkah Penyakit Ini?

1 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Sebelum terkena penyakit radang kandung empedu dan batu empedu, pada 2,5 bulan lalu Ibu Negara Ani Yudhoyono sempat dirawat akibat terkena demam thyfoid. Adakah hubungan penyakit sebelumnya dengan penyakit radang kandung empedu saat ini.

Menurut DR Dr Rino Alvani Gani, SpPD, K-GEH, FINASIM, penyakit tifus adalah penyakit yang terkait dengan infeksi pencernaan. Sedangkan salah satu pemicu infeksi kandung empedu adalah juga karena infeksi saluran pencernaan.

"Penyakit infeksi saluran pencernaan bisa memicu radang pada kandung empedu dan juga batu. Kalau tidak salah dulu Bu Ani sempat sakit tifus, mungkin saja hal-hal itu menimbulkan infeksi kandung empedu, tapi ini hanya dugaan saya," ujar DR Dr Rino Alvani Gani, SpPD, K-GEH, FINASIM saat dihubungi detikHealth, Kamis (15/3/2012).

Dr Rino menuturkan sulit untuk menentukan mana yang terjadi lebih dulu antara radang kandung empedu atau batu empedu. Hal ini karena ada yang terkena radang terlebih dahulu, akibatnya cairan empedu mengental dan memicu batu.

Namun ada juga yang timbul batu empedu dulu sehingga menyebabkan kerusakan dinding empedu dan memicu radang. Pada umumnya yang terjadi di Indonesia biasanya radang terlebih dahulu baru timbul batu.

"Penyakit radang kandung empedu memang mau dibilang parah, enggak juga, tapi mau dibilang enggak itu parah juga karena kalau didiamkan cenderung berulang lagi atau kambuhan," ujar dokter yang berpraktek di RSCM.

Dr Rino menuturkan kalau kasusnya terus berulang maka nantinya tidak bisa lagi diobati dengan menggunakan antibiotik. Lagi pula saat terkena serangan radang bisa menimbulkan rasa sakit yang dapat merugikan pasien.

"Biasanya kalau sudah ada radang yang disertai dengan batu maka dokter akan menganjurkan untuk operasi, karena jika sudah terdapat batu satu-satunya pengobatan melalui operasi," ungkap dokter yang mendapatkan gelar Doktor Ilmu Penyakit Dalam pada tahun 2011.

Dr Rino menuturkan saat ini sudah canggih jadi recovery setelah operasi biasanya tidak lama, sekarang 2 hari setelah operasi pasien sudah bisa pulang dari rumah sakit dan setelah 1 minggu sudah bisa beraktivitas.

Tapi pada sebagian kasus kecil ada juga pasien yang mengalami radang kandung empedu tanpa disertai oleh batu, sehingga bisa diterapi dengan menggunakan obat-obatan seperti antibiotik.

Dr Rino menjelaskan gejala yang khas dari radang kandung empedu ini biasanya rasa nyeri atau sakit di perut kanan atas yang bisa menjalar hingga ke punggung belakang atau bahu kanan dan bisa disertai dengan demam.
(ver/ir)

Editor: Vera Farah Bararah - RayNa
   [DETIKhaelth] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 14 Maret 2012

Ingin Sukses Berhenti Merokok? Ikuti Langkah Ini!

0 comments

Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.
Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.

  • Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok

Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.
Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.

  • Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok

Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.

  • Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda

Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.

  • Langkah 4: Cari dukungan

Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.


Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.

  1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
  2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
  3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
  4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
  5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
  6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
  7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.



Editor:  innes - RayGa - RanGga
   [Ghiboo.com] COPYRIGHT © 2012



Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Minggu, 11 Maret 2012

Bakat Kriminal Anak Bisa Dideteksi Sejak Umur 2 Tahun

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Anak-anak yang berisiko terlibat dalam tindak kriminal sudah dapat dideteksi sejak usia 2 tahun. Pengasuh dan orang tua harus mengenali balita yang menunjukkan tanda-tanda agresi sejak dini dan menindak perilaku buruk dengan merujuknya ke spesialis.

"Kegagalan mengatasi perilaku buruk di usia muda memungkinkan gangguan pada anak-anak untuk menetap hingga mencapai usia remaja. Setiap anak bisa berbuat salah, dan yang dibutuhkan adalah sistem yang menjawab kebutuhan mereka dan membantu mereka kembali ke jalan yang benar," kata Charlie Taylor, kepala sekolah Willows School di London Barat yang menangani siswa bermasalah seperti dilansir The Telegraph, Sabtu (10/3/2012).

Mengajarkan anak berkelakuan buruk, cara untuk bersosialisasi dan menunjukkan batas-batas yang tepat dalam pergaulan bisa mencegah masalah berkembang lebih jauh. Sejak usia muda, anak-anak dapat dibantu oleh seorang ahli yang datang ke kamar bayi dan membantu anak-anak yang perilakunya terlihat terganggu.

Dalam beberapa kasus, anak-anak ini dapat dikirim ke program pengasuhan khusus. Pada usia 5 - 6 tahun, anak-anak ini bisa ditempatkan di unit rujukan untuk mendapat perawatan dari spesialis. Menurut Taylor, banyak anak-anak bandel yang dibuang ke unit rujukan yang rendah kualitasnya. Anak-anak ini menerima sedikit pendidikan formal dan diperlakukan layaknya liburan.

Taylor menegaskan, perilaku buruk anak-anak akan jauh lebih mudah diatasi pada tahap awal sebelum menjadi kebiasaan. Sebab, mengatasi gangguan perilaku ketika anak-anak beranjak dewasa akan lebih sulit.

"Jika orang tua, guru atau pengasuh dapat melihat adanya perilaku buruk ketika anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun, maka saat itulah spesialis bisa campur tangan. Sebagian besar penanganan bekerja efektif pada anak berusia 3- 4 tahun," kata Taylor.

Semua penanganan dini ini bertujuan untuk melatih anak-anak bagaimana seharusnya bertindak di sekolah dan bagaimana berperilaku baik. Namun anak-anak ini juga harus didukung kembali ke sekolah umum secepat mungkin dan tidak menghabiskan banyak waktu di unit rujukan.

"Seringkali anak-anak ini menunjukkan perilaku ekstrem di usia yang sangat dini, mereka sangat agresif melakukan kekerasan. Kebanyakan anak-anak bermasalah ini juga sering mengalami kesulitan berbicara dan berbahasa, juga tidak dilatih menggunakan toilet," kata Taylor.

Pemerintah Inggris dikabarkan akan segera menyetujui usulan Taylor ini. Sebagai langkah awal dan persiapan, para guru yang ditempatkan di unit rujukan siswa akan dilatih untuk mengelola perilaku yang bermasalah.
(pah/ir)

Editor: Putro Agus Harnowo - RayGa - RanGga
   [DETIK.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Sabtu, 10 Maret 2012

Anak Gemuk Jangan Disuruh Diet, Tapi Ubah Pola Makannya

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Orangtua kadang tidak menganggap serius tanda-tanda kegemukan pada anaknya. Tapi begitu tahu anaknya sering di-bully karena gemuk, barulah orangtua sadar anaknya harus diet. Tapi sebenarnya anak gemuk tak perlu diet tapi cukup ubah pola makannya.

Anak-anak yang mengalami obesitas cenderung dikucilkan dari pergaulan dan dibully oleh anak-anak lain. Anak-anak obesitas juga lebih rentan sakit dan meurunkan prestasi belajarnya di sekolah.

Anak-anak yang mengalami obesitas lebih jarang berjalan karena pahanya bergesekan ketika berjalan sehingga merasa sakit. Hal ini membuat anak-anak ini makin jarang bergerak dan malas berolahraga.

"Anak-anak yang gemuk di Indonesia kebanyakan adalah anak-anak mampu yang orang tuanya sibuk. Apalagi saat ini makanan junk food bisa dipesan antar. Tanpa adanya kontrol dari orang tua, anak-anak ini makin besar risikonya menjadi obesitas," kata Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), dokter spesialis anak Bagian Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI/RSCM Jakarta dalam acara Nutritalk Sari Husada di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (9/3/2012).

Menurut penelitian yang pernah dilakukan dr Damayanti di tahun 2006, sebanyak 15.3% siswa SD di seluruh Jakarta mengalami obesitas. Penelitiannya di tahun 2011 mengungkapkan 22,5% siswa SMA di Jakarta mengalami obesitas. Dari penelitian ini dia juga menemukan bahwa anak-anak obesitas 72% asupan makanannya adalah lemak dan hanya 10% di antaranya yang rutin berolahraga.

Dr Damayanti juga menuturkan bahwa obesitas meningkatkan risiko penyumbatan saluran napas ketika tidur (sleep apnea) sebesar 38,25%, risiko gangguan metabolisme 34%, dan risiko peningkatan kolesterol sebanyak 33%. Untungnya, risiko ini masih sangat bisa diatasi pada anak-anak dengan banyak berolahraga dan mengubah pola makan.

"Untuk mengatasi obesitas pada anak-anak, jangan suruh mereka berdiet sebab diet bagi anak-anak adalah siksaan. Begitu jadwal diet selesai, anak-anak akan melampiaskan lagi keinginan makannya dan kembali gemuk. Yang perlu dilakukan hanyalah sederhana, yaitu mengubah pola makan," kata dr Damayanti.

Mengubah pola makan yang dimaksud dr Damayanti adalah anak-anak tetap boleh makan banyak namun didisiplinkan untuk makan 3 kali sehari, tidak boleh lebih. Junk food dan minuman ringan harus dihindari. Anak-anak harus memperbanyak makan sayur, buah-buahan dan air putih. Namun yang paling penting, kontrol dari orangtua dan keinginan anak sendiri untuk mengatasi obesitasnya adalah faktor yang paling penting.

Obesitas banyak disebabkan karena gaya hidup orangtua yang tak sehat dan ditiru oleh anak-anak. Sebanyak 90% obesitas dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yaitu karena pola hidup tak sehat.

Penelitian tahun 1999 menemukan bahwa anak-anak 40% berisiko obesitas jika salah satu orang tuanya obesitas. Dan anak-anak berisiko obesitas 70% jika kedua orang tuanya mengalami obesitas.
(pah/ir)

Editor: Putro Agus Harnowo - RayNa - RanGga
   [DETIK.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Minggu, 26 Februari 2012

Penyebab Tingginya Kematian Ibu Hamil

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu menjadi permasalahan yang cukup serius. Bisa dibayangkan kurang tercukupinya asupan dan makanan kurang berkualitas menyebabkan angka kematian ibu cukup tinggi di Indonesia.

Disamping itu kematian ibu juga disebabkan aborsi yang tidak aman, infrastruktur yang menyebabkan pertolongan persalinan tidak oleh petugas kesehatan terlatih. Penyebab tidak langsung seperti anemia, cacingan dan kekurangan gizi.

Persoalan akses air bersih juga menjadi salah satu yang menjadi pemicu. Belum semua masyarakat mendapatkan akses air bersih. Kondisi diperparah jika kekurangan akses air besih juga terjadi di lembaga kesehatan seperti puskesmas, maka ibu rentan terkena infeksi sehingga risiko kematian ibu akan menjadi lebih tinggi.

"Penyebab lain problematika kematian itu adalah tingginya kasus pernikahan terlalu dini serta jarak antarkelahiran. Kalau menikah terlalu muda masa suburnya terlalu lama sehingga punya anak berdekatan," ungkap Diah Saminarsih, Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs media talkshow Nutritalk V: Nutrisi Selama Kehamilan Selamatkan Bunda dan Generasi Penerus Bangsa.

Berdasarkan Riskesdas 2010, permasalahan kesehatan pada perempuan berawal dari masih tingginya usia perkawinan pertama dibawah 20 tahun (4,8% pada usia 10-14 tahun, 41,9% pada usia 15-19 tahun). Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong program wajib belajar 15 tahun dengan harapan akan menunda pernikahan dini karena harus mengikuti pendidikan formal terlebih dahulu.

Permasalahan lain yang tidak kalah pentingnya adalah pemenuhan kebutuhan kalori, tiap orang perlu 2200 kalori. Untuk memenuhinya diperkirakan seseorang perlu 0,9 dollar atau Rp 8.630 = US$ per hari untuk makan, dihitung awal tahun 2010. Perhitungannya kebutuhan kalori 2.150 kal (Pedoman Umum Gizi Seimbang), Protein (tahu/tempe, telur), Karbohidrat (beras), Lemak (beras, telur, lain-lain).

Kemudian protein Nabati 50gr/hari = Rp 1.400, protein Hewani 20gr/hari = Rp 2.340, nasi sebagai sumber Karbohidrat utama 800gr/hari = Rp 4.800, Lemak 46gr/hari serta Beras + telur = 16gr 80% kebutuhan kalori = 1.715 kal = Rp 8.630 = US$ 0.96/hari/orang. "Nah, ada masyarakat yang belum bisa memenuhinya untuk sedekar kebutuhan hidupnya ini," ungkapnya.

Kendati demikian untuk pemenuhan gizi tidak harus selalu mahal. Diah menceritakan, penelitian di lingkungan sekitar penduduknya kurang gizi tapi ada satu keluarga yang kondisinya sehat. Belakangan keluarga itu mengambil ikan kecil di danau, memasaknya lalu memberikan pada anak-anaknya dan sehat. Ikan yang dikonsumsi banyak kandungan proteinnya. (mslnd)

Penulis: Eko Sutriyanto  |  Editor: Dewi Agustina - RayNa
   [TRIBUNNEWS.COM] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Gampang Sakit Kepala, Biasanya Gampang Sakit Hati Juga

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Sakit kepala adalah gangguan fisik, seharusnya berbeda dengan sakit hati yang merupakan gangguan perasaan. Namun ilmuwan membuktikan keduanya punya kesamaan, sehingga orang yang gampang sakit fisik juga gampang tersakiti perasaannya.

Dalam sebuah penelitian terbaru, Prof Naomi Eisenberger dari University of California mengungkap bahwa nyeri fisik maupun emosional bisa memicu reaksi yang sama di otak. Karena adanya kesamaan tersebut, maka keduanya bisa saling berhubungan.

Nyeri emosional saat sedang sakit hati misalnya, terbukti memicu reaksi di bagian otak yang selama ini diketahui berhubungan dengan nyeri fisik. Artinya ketika seseorang ditolak oleh calon pacar, atau diputus oleh kekasihnya maka reaksi otaknya sama saja dengan saat sakit kepala.

Nyeri fisik seperti misalnya sakit kepala juga melibatkan 2 aspek berbeda di otak, salah satunya berhubungan dengan perasaan negatif. Kedua aspek tersebut adalah pengalaman sensoris, yang ternyata juga berhubungan dengan sakit hati, serta komponen emosional.

Prof Eisenberger mengatakan, nyeri fisik dan nyeri emosional sangat erat berhubungan satu sama lain. Akibatnya jika seseorang gampang mengalami sakit hati, maka orang itu juga gampang sakit kepala dan hubungan yang sama juga berlaku sebaliknya.

"Sepertinya kita terbiasa menempatkan nyeri fisik lebih tinggi derajatnya daripada nyeri emosional. Padahal penelitian ini membuktikan, nyeri itu benar-benar ada ketika seseorang ditolak atau dikucilkan," ungkap Prof Eisenberger seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (25/2/2012).

Menariknya lagi, hasil penelitian juga membuktikan bahwa penggunaan obat pereda nyeri bisa mempengaruhi nyeri perasaan saat sedang sakit hati. Seseorang yang sedang mengonsumsi obat pereda nyeri selama 3 pekan berturut-turut dikatakan tidak mudah sakit hati.

Meski begitu, Prof Eisenberger menegaskan bahwa pereda nyeri sangat tidak disarankan untuk mengatasi sakit hati sebab obat itu tidak akan menyelesaikan persoalan sesungguhnya. Apalagi berdasarkan penelitian, konsumsinya harus 3 pekan sehingga efek sampingnya bisa menyebabkan gangguan hati dan ginjal.
(up/ir)

Editor: AN Uyung Pramudiarja - RayNa 
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Perempuan Susah Orgasme Kalau Banyak Pikiran

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Ada pepatah lama dari Barat yang mengatakan organ seksual terbesar adalah pikiran. Ternyata ada benarnya, sebab pikiran atau otaklah yang merespons rangsangan seksual dan cara menanggapinya. Munculnya pikiran-pikiran negatif ketika berhubungan seks menyebabkan perempuan sulit mencapai orgasme.

Perempuan yang mengalami kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seks diketahui banyak memiliki pikiran negatif selama berhubungan seks. Pikiran-pikiran negatif ini bisa berasal dari kurangnya pengalaman akan hal-hal yang erotis, ketakutan akan mengalami kegagalan seksual, hingga pelecehan seksual.

"Tidak ada cara yang mudah untuk menghindari pikiran negatif. Namun, jika kita menyadari bahwa pikiran negatif itu ada, akan lebih mudah untuk belajar mengatasinya," kata peneliti, Marta Xavier Cuntim, psikolog klinis di Portugal seperti dilansir LiveScience, Minggu (26/2/2012).

Sekitar satu dari empat perempuan mengalami kesulitan untuk mencapai orgasme selama berbulan-bulan pada satu waktu. Ketidakmampuan untuk orgasme adalah keluhan seksual perempuan yang paling umum nomor dua setelah kurangnya gairah seks.

Penelitian Xavier Cuntim ini memberi pertanyaan kepada 191 orang perempuan berusia 18 hingga 59 tahun yang aktif seksual mengenai fungsi seksualnya dan pengalaman yang dialami selama berhubungan seks.

Ada enam jenis potensi pikiran negatif yang membuat gagal orgasme:
1. Pikiran mengenai pelecehan seksual
2. Kegagalan dalam berhubungan seksual
3. Kurangnya kasih sayang dari pasangan
4. Kepasifan seksual
5. Tidak memiliki sifat erotis
6. Merasa kurang cantik atau seksi.

Kesemua pikiran negatif tersebut dapat menyebabkan kesulitan mencapai orgasme, kecuali perasaan kurang cantik atau seksi.

"Penelitian kami tidak mengungkapkan apakah kesulitan mencapai orgasme kemudian akan memicu pikiran negatif atau sebaliknya. Tetapi kondisi psikologis tertentu memang dapat menyebabkan munculnya pikiran negatif," kata Cuntim.

Dalam laporan penelitian yang dimuat jurnal Sexologies ini, Cuntim menjelaskan bahwa perempuan yang mengalami disfungsi seksual seringkali terbebani secara mental.

Perempuan-perempuan ini memiliki kekhawatiran bahwa seks adalah hal yang buruk atau mereka memiliki tubuh yang tidak menarik. Pikiran-pikiran negatif itu meningkatkan risiko mengalami kesulitan dalam hubungan seksual.

Para perempuan dalam penelitian tidak secara resmi didiagnosis mengalami gangguan seksual. Sehingga, penelitian lebih lanjut terhadap perempuan yang benar-benar didiagnosis mengalami gangguan seksual diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Terapi psikologis yang disebut terapi kognitif perilaku telah teruji mampu mengobati disfungsi seksual, baik pada laki-laki maupun perempuan. Terapi kognitif untuk mengatasi masalah seksual bertujuan untuk mengubah cara pikir tentang hubungan seksual dan mencoba membantu orang menghadapi pikiran negatifnya.
(pah/ir)

Editor: Putro Agus Harnowo - RayNa 
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Efek yang Muncul Pada Tindikan di Lidah, Puting, Pusar & Kelamin

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Tak hanya di telinga, menindik badan sudah menjadi hal yang umum saat ini. Meskipun menindik badan relatif aman, tindakan ini sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Berikut efek tindikan di beberapa bagian tubuh yang sering muncul.

Komplikasi bervariasi tergantung pada bagian badan yang ditindik, bahan yang digunakan, pengalaman praktisi yang menindik, kebersihan alat dan perawatan setelah ditindik.

Dalam salah satu penelitian mengenai tindik badan, para peneliti dari Northwestern University menemukan bahwa sekitar 20 persen dari tindikan menyebabkan infeksi.

Infeksi merupakan komplikasi yang paling umum, diikuti oleh alergi, perdarahan, jaringan parut dan gangguan saat menjalani prosedur medis, seperti ronsen dan USG.

"Karena tindikan semakin populer, para petugas perawatan kesehatan harus makin akrab dengan cara melepas perhiasan dalam situasi darurat, serta memahami komplikasi dan risiko kesehatannya," kata peneliti, Jaimee Holbrook, MD, pakar dermatologi di Northwestern University seperti dilansir Los Angeles Times, Minggu (26/2/2012).

Beberapa gangguan yang dialami berdasarkan tempat tindikan adalah:

1. Tindikan di bagian mulut atau lidah dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan makan, pengeluaran air liur yang berlebihan dan gangguan pada gigi.
Tindikan di mulut dan hidung dapat tersedot bahkan masuk ke dalam badan sehingga membutuhkan operasi untuk mengambil tindikan.

2. Tindikan di puting dapat merobek kulit. Gangguan galaktorea atau air susu yang mengalir tiba-tiba dari payudara juga dapat disebabkan oleh menindik puting.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui dan memiliki tindik atau ingin ditindik sebaiknya menyadari komplikasi langka yang dapat mempengaruhi dirinya sendiri atau anaknya.

3. Tindik pusar, menindik bagian tubuh ini sangat memungkinkan terjadinya infeksi karena iritasi dari pakaian ketat yang digunakan. Hal ini karena kulit pusar merupakan bagian yang sangat sensitif.

3. Tindikan di kelamin dapat menyebabkan kemandulan karena infeksi, mengahalangi jalannya air seni, hingga menyebabkan jaringan parut.
Pada pria, priapism atau rasa sakit ketika ereksi bisa terjadi akibat tindikan di kelamin.

4. Tindik alis, menindik bagian tubuh ini sangat berisiko jika tidak dilakukan ditempat yang tepat. Tindik harus dilakukan pada sudut 40 derajat dari sudut luar mata. Jika tempatnya tidak tepat maka berisiko mengalami kerusakan saraf, karena daerah tersebut mengandung 3 saraf supra orbital besar.

5. Tindik telinga bagian atas, menindik bagian telinga tersebut lebih berbahaya karena terdapat tulang rawan disepanjang tepi telinga. Jika terjadi infeksi di bagian tulang rawan tersebut akan lebih sulit untuk diobati dan bisa memicu kecacatan pada telinga.

Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa tindik badan bisa dijadikan sebagai penanda perilaku yang berbahaya, gejala gangguan psikologis dan ciri kepribadian anti sosial.

Untuk menghindari komplikasi, pencegahan adalah kuncinya. Orang yang ingin badannya ditindik sebaiknya mempertimbangkan riwayat medisnya dengan lengkap untuk mengetahui kondisi yang dapat menyebabkan komplikasi. Selain itu, memilih penindik badan yang memenuhi syarat juga perlu untuk meminimalkan risiko.

Dr Holbrook menyarankan bagi orang yang mau ditindik untuk mempertimbangkan sembilan hal sebagai berikut :
  1. Infeksi: Apakah pernah memiliki infeksi sebelumnya?
  2. Masalah kesehatan: Apakah pernah mengalami asma, gatal-gatal atau reaksi alergi yang parah?
  3. Gaya hidup: Apakah sering mencopot tindik ketika bekerja atau olahraga?
  4. Masalah penyembuhan: Apakah memiliki kecenderungan mengalami perbesaran organ atau luka yang tumbuh menjadi kulit baru?
  5. Anatomi: Apakah bagian tubuh yang ingin ditindik sudah tepat?
  6. Profesional: Apakah penindik telah cukup terlatih?
  7. Riwayat kesehatan: Apakah penindik memeriksa riwayat medis dengan lengkap, termasuk riwayat alergi, penyakit sistemik, terutama penyakit jantung, diabetes mellitus atau kondisi lain yang rentan terhadap infeksi?
  8. Bahan yang tepat: Apakah penindik menggunakan bahan yang sesuai, seperti perhiasan bebas nikel, untuk meminimalkan risiko alergi dan infeksi?
  9. Petunjuk perawatan: Apakah mendapat petunjuk perawatan setelah ditindik? Untuk tindikan di lidah, jangan minum aspirin selama tujuh hari dan obat anti radang non-steroid setidaknya satu hari sebelum prosedur menindik dan tujuh hari setelah tindikan. Aspirin dan obat anti radang non steroid dapat meningkatkan perdarahan.
(pah/ir)

Editor: Putro Agus Harnowo - RayNa 
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012




Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 23 Februari 2012

Hamil Gara-gara KB Gagal, Biaya Bersalin Bisa Ditanggung BKKBN

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Meski sudah menggunakan alat kontrasepsi, masih ada sedikit peluang kegagalan yang dapat memungkinkan seorang wanita mengalami kehamilan. Jika sudah begitu, biaya persalinan akibat kegagalan kontrasepsi bisa ditanggung oleh BKKBN.

Ada berbagai macam alat kontrasepsi seperti kondom, pil, suntik hormon, Spiral atau intrauterine device (IUD), KB implan, vasektomi (KB steril pada pria) dan tubektomi (KB steril pada wanita).

Semua alat kontrasepsi tersebut berfungsi untuk mencegah dan menunda kehamilan. Bahkan beberapa alat kontrasepsi juga memiliki manfaat tambahan, seperti kondom untuk melindungi terhadap infeksi seksual menular seperti HIV-AIDS, sifilis, herpes kelamin, serta pil KB yang menurut penelitian dapat mencegah beberapa kanker dan mengurangi keluhan saat menstruasi.

Namun ada sedikit kemungkinan yang membuat alat-alat KB tersebut gagal berfungsi dan masih bisa menyebabkan kehamilan.

"Kalau hamil karena kegagalan kontrasepsi, maka biaya persalinannya bisa ditanggung BKKBN, termasuk efek sampingnya," ujar Dr Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, dalam acara temu media di Gedung BKKBN Pusat, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Menurut Dr Sudibyo, pasangan menikah yang hamil karena kegagalan kontrasepsi bisa menyerahkan kartu KB ke BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) sebagai bukti bahwa kehamilannya benar-benar terjadi karena kegagalan fungsi alat kontrasepsi.

"Kalau Jampersal (Jaminan Persalinan) itu kan untuk siapa saja yang melahirkan asal di rumah sakit kelas III, mungkin hamilnya karena kegagalan kontrasepsi. Kalau untuk yang BKKBN, harus menyerahkan buku KB sebagai bukti hamilnya karena kegagalan kontrasepsi. Disitu kan ada bukti kapan dia pasang alat kontrasepsi, kapan harus diulang. Yang paling mudah dilihat sih IUD dan implan," tutup Dr Sudibyo.
(mer/ir)

Editor: Merry Wahyuningsih 
   [detik.com] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 15 Februari 2012

Ingatan Bisa Lebih Tajam Bila Rajin Berhubungan Intim

0 comments

Mitra-solusindo.com , Jakarta - Mengisi Teka-teki Silang (TTS) bukan satu-satunya cara untuk mencegah atau menunda kepikunan. Ada cara lain yang lebih menyenangkan, yakni tetap aktif berhubungan seks secara rutin supaya fungsi otak tetap terjaga sampai lanjut usia.


Sebuah penelitian di Rockstock University menunjukkan bahwa hubungan seks secara teratur bisa menjaga fungsi kognitif atau kecerdasan. Bahkan sampai usia 70-an tahun, seseorang tidak akan cepat pikun bila masih teratur berhubungan seks dengan pasangan resminya.


Penelitian yang dilakukan oleh Prof Peter Kropp dan Dr Britta Muller ini melibatkan 170 orang dengan rentang usia 63 hingga 75 tahun. Para peneliti mewawancarai responden terkait aktivitas seksualnya, lalu melakukan tes psikologi untuk mengukur daya ingat serta tingkat kecerdasannya.


"Hasilnya jelas sekali menunjukkan bahwa dengan tetap aktif di usia lanjut, termasuk berhubungan seks, akan membantu otak tetap aktif secara kognitif," kata Prof Kropp dalam laporan ilmiahnya seperti dikutip dari Medindia, Selasa (14/2/2012).


Selain itu, hasil pengamatan juga sekaligus membantah anggapan bahwa orang lanjut usia jarang berhubungan seks. Menurut hasil pengamatan, 70 persen lansia di usia 75 tahun masih merasa puas dengan kehidupan seksualnya dibandingkan hanya 57 persen pada kelompok usia 63 tahun.


Biasanya, kaum muda di usia 20-an tahun mengira gairah seksnya akan meredup ketika memasuki usia 50-an tahun. Namun dalam penelitian ini terungkap, baik laki-laki maupun perempuan justru cenderung makin aktif seiring bertambahnya usia kecuali memang kesehatannya tidak memungkinkan.


Kalaupun secara fisik sudah tidak memungkinkan, yang terpenting untuk dipertahankan adalah kemesraan di antara kedua pasangan. Menurut Prof Kropp, sekedar berpegangan tangan atau saling menatap mesra sudah bisa membuat otak tetap aktif secara kognitif.
(up/ir) 


Editor: AN Uyung Pramudiarja
   [DETIK News] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
 
Mitra Solusindo News © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here