Advertise

mitra solusindo. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 Maret 2012

Dahlan Iskan: Jangan Dorong Saya ke Dunia Politik, Saya tidak Suka

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Ketika sebagian kalangan menilai tindakan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang terbilang mengejutkan adalah bagian dari langkahnya menuju posisi tertentu di kancah politik, Dahlan justru menampik hal ini.

Lewat akun Twitter-nya, @DahlanIskan, Dahlan mengungkapkan pendapatnya: ''Jangan dorong2 sy ke dunia politik, sy tdk suka, biar sy jalankan amanah ini sebaik2nya, agar org tdk menuduh yg sy lakukan skrg pencitraan.''

Belakangan, aksi Dahlan yang membuka pintu tol karena antrean panjang menuai beragam reaksi. Ada yang memuji tindakan spontan itu, namun tak sedikit pula yang mencibir dan menilainya sebagai upaya pencitraan diri demi mendongkrak popularitas.
Lagi-lagi lewat Twitter, dia berkicau: ''Lewat twitter ,sy ingin mendengar keluhan, kritikan, mungkin jg cacian. Sy baca kok, tp memang tdk mungkin sy balas, nanti kapan kerjanya.''

Editor: Endah Hapsari | RayGa
   [Republika.co.id] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 22 Maret 2012

Kerugian Pencurian Pulsa Lebih dari Rp 1 Triliun

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Pihak kepolisian mengaku masih bekerja keras untuk membongkar kasus pencurian pulsa. Sedikit demi sedikit, polisi telah mengulik misteri kasus kejahatan yang menimbulkan kerugian lebih dari Rp 1 triliun ini.

"Kerugiannya triliunan, di atas Rp 1 triliunan lah," tukas Kabareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman saat ditemui di Kejagung, Jumat (22/3/2012).

Sutarman memang tidak merinci jumlah kerugian yang sudah masuk dalam angka fantastis tersebut. Namun dikatakannya, hal itu bisa dilihat dari beragamnya penawaran layanan konten premium yang menjejali masyarakat.

"Contoh misalnya ada produk Mama Lauren, kalau Anda ingin mendapatkan jodoh, ketik 'Reg Mama' kirim ke nomor sekian. Nah, itu satu produk, bisa ratusan miliar uang yang masuk. Yang masuk dari masyarakat. Waktu Reg gampang, waktu Unregnya susah," jelasnya.

Polisi kini berusaha untuk membuktikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam urusan Unreg yang sering dikeluhkan masyarakat. "Anda misalnya secara sadar mengakses, berarti ada persetujuan. Cuma persoalan belakangan, sudah Unreg kemudian dikirim terus," Sutarman memaparkan.

"Teman-teman juga begitu kan, tak terasa dirugikan, saya juga mungkin. Kadang kita tidak sadar tahu-tahu ada ringtone, kita tidak tahu darimana dikirimkan ringtone itu. Begitu kita tidak mengakses tahu-tahu ringtonenya jalan terus, kena bayar. Seperti itu contohnya. Sudah berapa juta ringtone yang disebarkan, dan berapa juta pelanggan yang dikenakan?" ia menandaskan.

Kasus pencurian pulsa yang diusut Bareskrim Mabes Polri sendiri saat ini sudah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka ada KP yang merupakan salah seorang Vice President di Telkomsel, Dirut PT Media Play dengan inisial WMH dan Dirut PT Colibri dengan inisial NHB.

Apakah ada kemungkinan tersangka bakal bertambah? "Ya kita akan maksimalkan penyidikan," pungkas Sutarman.
( riz / ash )

Editor:  M Rizki Maulana  - RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 15 Maret 2012

Polisi Bongkar Jaringan Bandar Narkotik Rp 113 Miliar

1 comments

Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Direktorat Reserse Narkotik dan Obat-obatan Kepolisian Daerah Metro Jaya membongkar jaringan bandar narkotik internasional dan menyita 482 ribu butir ekstasi serta 400 gram sabu. Polisi menaksir barang bukti yang disita setara dengan Rp 113 miliar.
Polisi menyita barang bukti ukuran jumbo itu dari rumah dua tersangka berinisial BS dan SA, warga negara Indonesia. Polisi menangkap keduanya pada Kamis dua pekan lalu dan menggeledah rumah BS di Cibubur, Bogor, dan SA di Taman Sari, Jakarta Barat. Pemasoknya adalah warga negara Belanda berinisial IW alias Boncel.
Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan ratusan ribu barang haram itu diselundupkan ke Indonesia lewat Malaysia. Dari Malaysia, barang tersebut dibawa melalui jalur laut. »(Jaringan mereka) memanfaatkan pesisir-pesisir (pantai),” kata Rikwanto Selasa 13 Maret 2012.
Setelah sampai di pesisir, ekstasi kualitas wahid itu dibawa ke Jakarta melalui jalur darat dan kemudian disebar ke kurir-kurir dengan sistem terputus. Kepala Sub-Direktorat II Diresnarkoba, Ajun Komisaris Besar Eko Saputro, mengatakan BS dan SA berperan sebagai pemodal dan pengendali peredaran di wilayah Indonesia. Sedangkan Boncel adalah pengendali jaringan internasional.
Menurut Eko, Boncel awalnya adalah warga negara Indonesia. Ia pernah tersangkut kasus narkoba pada 2009. Kala itu, dia terlibat peredaran 650 ribu butir ekstasi. Boncel kemudian kabur ke Belanda dan berpindah kewarganegaraan. Polda Metro Jaya berencana meminta bantuan Markas Besar Kepolisian RI dan Interpol untuk menangkap Boncel.
Sementara itu, dua tahanan narkoba tertangkap tangan mengkonsumsi sabu di sel Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, kemarin dinihari. Dua tahanan yang kepergok sipir penjara itu adalah Bobi dan Akuang. Keduanya terpidana kasus narkoba yang sudah divonis 5 tahun penjara dan sudah menjalani masa tahanan selama tiga tahun.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Gozali Luhulima, mengatakan, dari sel pelaku, polisi menemukan sisa-sisa penggunaan narkoba. Polisi juga menemukan barang bukti berupa bong dan sisa sabu 0,9 gram.


Editor:  ANANDA BADUDU | ISTMAN MP - RayGa - RanGga
   [Liputan6.com] COPYRIGHT © 2012




Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Jumat, 09 Maret 2012

Tersangka Pencurian Pulsa Seret Dirut Content Provider

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA – Mabes Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus pencurian pulsa. Total tersangka yang meresahkan pengguna seluler itu kini berjumlah 3 orang. Dua orang bos Content Provider, seorang petinggi operator.

"Sudah ada 3 orang tersangka," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafly Amar, kepada wartawan, Kamis (8/3/2012).

Tersangka baru tersebut merupakan petinggi perusahaan Content Provider dari PT Media Play. "Dirut PT Media Play, insial WMH," tutur Boy.

Penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan Direktur Utama PT Colibri, NHB, dan Vice President Digital Music and Content Management Telkomsel, KP, sebagai tersangka.

Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap KP hari ini sebagai tersangka. Namun KP tidak menghadiri panggilan penyidik dengan alasan sakit.

"Tim kita akan ke lapangan mengirimkan dokter untuk mengecek apa benar-benar sakit. Kalau sakit akan kita bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramatjati," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri.

Saud menjelaskan, KP berperan menandatangani surat perjanjian kerjasama dengan PT Colibri. Namun Saud tidak merinci isi dari perjanjian kerjasama yang ditandatangani kedua pihak itu.

"Ini kan masih dalam penyelidikan," pungkasnya. ( ahy / ash / ryb )

Editor: Andri Haryanto - RayGa - RanGga
   [detik.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 07 Maret 2012

Gayus & Dhana Pernah Melakukan Penelitian Wajib Pajak Bersama

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan ada diantara 6 perusahaan yang ditangani oleh DW, juga merupakan wajib pajak yang ditangani oleh Gayus Tambunan beberapa waktu lalu.

"Memang mereka pernah bersama-sama melakukan penelitian. Tapi apakah 6 perusahaan yang ditangani itu DW itu sama dengan 149 itu kita belum dapat. Ada satu dua yang memang DW tangani,"

Hal ini diungkapkan oleh, Direktur Penyidikan Kejagung, Arnold Angkouw saat ditemui di Kejagung Jalan Sultan. Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2012).

Namun, Arnold masih enggan untuk, menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud. Dirinya juga menolak mengungkapkan apakah akan ada tersangka baru dalam perkembangan kasus DW ini.

"Nah ini kan sebetulnya nanti hasil dari laporan masih berlanjut terus, masih kita kejar," terangnya.

Seperti diketahui Kejaksaan mengendus ada enam perusahaan yang diuntungkan lewat bantuan Dhana. Sejumlah aset Dhana yang diduga hasil korupsi dan pencucian uang juga sudah disita seperti rekening di bank, emas mulia, dan 17 truk dari showroom Mobilindo.

Dhana ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada 17 Februari 2012. Pertama kali diperiksa Kamis 1 Maret. Pemeriksaan kedua sekaligus penahanan di Rutan Salemba, Jumat 2 Maret 2012.
(riz/fjp)

Editor: M Rizki Maulana - RayGa
   [DETIK News] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

Kemhan lirik Tank Leopard dari Jerman

0 comments
Mitra-Solusindo.com , JAKARTA - Kementerian Pertahanan melirik Main Battle Tank (MBT) Leopard dari Jerman, bila pemerintah Belanda menolak rencana pemerintah Indonesia untuk membeli 80 unit tank Leopard, kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin.

"Opsi yang kami lakukan itu tidak semata-mata pembelian dari Belanda. Kami akan melihat proses mana yang lebih mudah, lebih lancar, lebih efisien. Itu yang kami simpulkan nanti memilih yang mana," kata Sjafrie, di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Jerman merupakan "original country" dari pembuat Leopard. Setiap pembelian peralatan Leopard dari negara manapun harus tetap menggunakan izin penjualan dari Jerman.

"Jerman merupakan produsen dan pengguna Leopard. Di Jerman ada 15 batalion penggunaan Leopard," katanya.

Saat ini, lanjut dia, Kemhan tengah mengadakan observasi yang dilaksanakan oleh tim Angkatan Darat untuk mengetahui keunggulan, baik secara teknis maupun taktik.

"Jerman mengusulkan adanya kerja sama modernisasi secara "government to government (antar-pemerintah)". Artinya, pembelian Leoprad tidak hanya membeli peralatannya, namun juga sistemnya. Sistemnya ini mulai dari pemeliharaan hingga bagaimana persiapan amunisinya karena amunisinya sangat spesifik," kata Sjafrie.

Hingga kini, Kemhan secara politik masih menunggu suatu kesimpulan dari Belanda, terutama sinkronisasi pemerintah dengan parlemen di Belanda.

"Apapun hasilnya akan kita tunggu. Tapi kami terus menyiapkan opsi. Sehingga tidak menggangu target modernisasi peralatan sampai tahun 2014. Opsi dengan Jerman itu lah yang kita lakukan," jelas Wamenhan.

Indonesia masih mempunyai waktu untuk melihat kesimpulan akhir dari Belanda pada akhir Maret 2012 ini. Jika kesimpulan sudah dibuat Belanda sebelum akhir Maret, maka kerjasama tetap dilanjutkan.

"Tetapi seandainya melewati batas waktu yang ditentukan akan kami lewatkan. Opsinya tetap dua Jerman dan Belanda. Pintu kita tetap terbuka buat keduanya, tetapi siapa yang masuk sebelum akhir Maret 2012, itu yang kita pilih," paparnya.

Kendati demikian, tambah Sjafrie, sampai saat ini pemerintah belum melakukan negosiasi dengan Jerman untuk pembelian tank tersebut. Pemerintah menganggarkan 280 juta dolar Amerika untuk pengadaan Leopard.
(T.S037/Z002)

Editor: Ruslan Burhani - RayNa
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini

Read more...
Minggu, 26 Februari 2012

Politisi : citra parpol makin buruk

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar Indra J Pilliang menilai, pada era reformasi saat ini citra partai politik yang diharapkan masyarakat semakin baik, justru semakin memburuk.

Semakin memburuknya citra partai politik karena perilaku elitenya, berdampak pada semakin menurunnya kepercayaan masyarakat," kata Indra J Pilliang, pada diskusi "Parpol Menuju Titik Nadir" yang diselenggarakan sebuah radio swasta, di Jakarta, Sabtu.

Pembicara lainnya pada diskusi itu adalah, Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, Peneliti CSIS Philips Vermote, dan Pengamat Sosial Mudji Sutrisno.

Menurut Indra, sebagian masyarakat Indonesia mendukung perubahan sistem politik dari orde baru menjadi orde reformasi dengan harapan akan terbentuk sistem dan tatanan politik yang lebih baik.

Namun realitasnya, kata dia, setelah 12 tahun berlangsungnya era reformasi sistem dan tatanan politik relatif sama, bahkan citra partai politik semakin memburuk.

"Pada era orde baru, meskipun dinilai otoriter tapi sistem dan tatanan politik maupun partai politik kondusif," katanya.

Indra menambahkan, pada pelaksanaan pemilu di era reformasi, ada partai politik yang baik tapi malah tergusur karena tidak memenuhi persyaratan "parliamentary threshold" atau ambang batas perolehan kursi di parlemen.

Ia mencontohkan, Partai Bulan Bintang (PBB) yang mendapat 12 kursi di DPR RI pada pemilu 2009 malah tergusur karena tidak memenuhi persyaratan "parliamentary threshold" sebesar 2,5 persen.

"Padahal, PBB memiliki tokoh berkarakter serta kader ideologi," katanya.

Indra juga menilai, partai politik yang lebih banyak dipilih masyarakat adalah yang memiliki platform nasionalis daripada partai politik yang berbasis agama.

Pengamat Sosial Mudji Sutrisno menambahkan, situasi politik yang terjadi saat ini lebih banyak didasarkan pada kompromi elite politik yang berada di partai politik.

"Elite partai politik sangat menentukan konstelasi politik yang berkembang," katanya.
(T.R024/Z002)

Editor: Ruslan Burhani - RayGa 
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 23 Februari 2012

PD Akan Umumkan Pemecatan Angie Bersamaan dengan Penggantinya

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - DPP Partai Demokrat hingga kini belum secara resmi memecat Wasekjennya Angelina Sondakh yang terlibat kasus wisma atlet. Pemecatan Angie akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman penggantinya.

"Yang Dewan Kehormatan itu kan itu tinggal dilaksanakan saja, jadi saya kira tidak memerlukan perdebatan. Kalau ada rapat pleno itu untuk mencari pengganti yang diberhentikan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Ramadhan mengatakan saat ini DPP telah melaksanakan rekomendasi DK tentang Angie. Namun diakuinya memang belum ada Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh DPP.

Dalam pengeluaran SK pemecatan itu, nantinya DPP akan mengumumkan pemecatan sekaligus akan menyampaikan siapa nama pengganti Angie di DPP.

"Tinggal yang ditanda tangan itu untuk penggantian nama-namanya," jelasnya.

Ramadhan menegaskan, rekomendasi DK soal Angie itu bersifat mengikat. Sehingga DPP tidak akan memperdebatkan dan membahasnya lagi. Dalam pleno DPP yang akan dibahas adalah calon pengganti saja.

"Wilayah DPP itu menyiapkan penggantinya," tutupnya.
(mpr/nrl)

Editor: Mega Putra Ratya 
   [detikNews] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 22 Februari 2012

Cukup bukti John Kei terlibat pembunuhan berencana

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya memiliki cukup bukti dugaan keterlibatan John Kei dalam pembunuhan berencana terhadap mantan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung.

"(Pembunuhan) ini berencana karena sengaja sudah ada persiapan sebelumnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto di Jakarta, Rabu.

Toni mengatakan, penyidik menduga John Kei dan kelompoknya memiliki niat dan merencanakan mempersiapkan untuk membunuh Ayung.

Toni menuturkan petunjuk pertama dugaan kelompok John Kei terlibat pembunuhan berencana, yakni rekaman kamera tersembunyi.

"Petunjuk rekaman CCTV tampilan asli tanpa editan," ujar Toni.

Perwira menengah kepolisian itu menyatakan rekaman menunjukkan John Kei bersama kelompoknya, serta korban masuk ke kamar hotel yang sama dengan jeda waktu hingga korban ditemukan tewas.

Selain itu, menurut Toni, tersangka juga mengaku membawa pisau dari luar yang diambil lima tersangka, sehingga ada dugaan ada rencana melukai korban.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto sempat menuturkan ada fakta salah seorang rekan pelaku, SM yang memesan kamar di Swissbell-Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Rikwanto menjelaskan SM merupakan anggota kelompok tersangka yang memesan kamar untuk pertemuan kelompok John Kei dengan korban Ayung.

"Saat ini, petugas masih mengejar SM yang diduga terlibat," tutur Rikwanto.

Saat ini, petugas masih mencari perkiraan waktu saat para pelaku meninggalkan kamar dan korban tewas, guna memperkuat jeratan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana terhadap para tersangka.

Para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 jo 55 ayat 1 jo 56 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau paling lama penjara 20 tahun atau seumur hidup.

(T014/Z002)

Editor: Suryanto
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 15 Februari 2012

"Misteri" pin BB dan Angelina Sondakh

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Permasalahan perbincangan melalui 'Blackberry messenger' (BBM) antara Rosa dan Angelina Sondakh  mewarnai pemeriksaan Angie sebagai saksi dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet.

Majelis hakim yang diketuai Darmawati Ningsih dan penasihat hukum terdakwa Nazaruddin, Elza Syarief dan Hotman Paris Hutapea, berkali-kali menanyakan pertanyaan mengenai perbincangan antara Angie dengan Rosa menggunakan BBM.

Angie tampil dengan kacamata dan balutan blouse putih serta pantalon hitam itu, terus menyangkal seluruh pernyataan para majelis hakim dan penasihat hukum, mengenai perbincangan BBM .

"Saya tidak pernah berkomunikasi dengan ibu Rosa menggunakan Blackberry," kata Angie pada saat persidangan, yang juga mengaku bahwa dia baru memiliki smartphone Blackberry akhir 2010.

Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah ditandatangani oleh Angie memuat transkrip perbincangan lewat BBM itu.

"Saya diminta membaca BAP dan saya sudah katakan kalau saya tidak kenali pembicaraan ввм itu. Saya tidak gunakan BB pada saat itu, saya salah pengertian saat menandatangani BAP," kata Angie.

Penyangkalan Angie membuat kuasa hukum Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea menunjukkan lebih dari 20 lebar bukti salinan perbincangan BBM.

"Ini bukti pembicaraan tebal sekali lho saudari Angie, bisa untuk bungkus pisang goreng 20kg," ujar Hotman yang disambut gelak tawa orang-orang yang hadir di dalam ruang persidangan.

Hotman Paris juga meminta majelis hukum Angie dengan saksi lainnya yaitu Rosa dan Julianis karena keterangan masing-masing pihak "berlawanan 100 persen".
(M048)

Editor: Aditia Maruli
   [Antara News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

4 Pemukul Pendemo 'Indonesia Tanpa FPI' Diperiksa Polda Metro

0 comments

Mitra-solusindo.com , Jakarta - Empat orang tak dikenal diamankan karena memukul orator saat sedang menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Para provokator yang sempat diamuk massa itu kini menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.


"Sedang diperiksa di Polda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat dihubungi detikcom, Selasa (14/2/2012). 


Rikwanto belum mengetahui identitas keempat orang tersebut. Motif pemukulan dan dugaan jika mereka merupakan orang bayaran untuk mengacaukan aksi hingga kini masih didalami oleh polisi.


"Itu yang akan kita dalami," ujarnya.


Massa dari gerakan Indonesia Tanpa FPI menggelar aksi sore tadi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi yang awalnya berjalan tertib berubah anarkis ketika seorang pria berambut gimbal memakai kemeja kotak-kotak biru tiba-tiba merangsek di tengah kerumuman dan memukuli orator.


Akibatnya aksinya, pria tersebut sempat dihajar massa. Polisi mengamankan pria gimbal tersebut bersama tiga orang rekannya.
(did/did)


Editor: Didi Syafirdi
   [DETIK.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Selasa, 14 Februari 2012

Siapkan Strategi, Golkar Optimis Raih Suara Terbanyak di Jabar

0 comments

Mitra-solusindo.com , Jakarta - Partai Golkar sedang menyiapkan strategi untuk meraih suara di wilayah Jawa I yang meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (Jabar). Partai Golkar optimis meraih suara terbanyak dalam pertarungan Pemilukada, Pemilu Legislatif, dan Pemilu Presiden 2014.


"Karena Jabar bukan saja pernah menjadi lumbung Golkar, tapi juga menjadi barometer kemenangan Golkar secara nasional," kata Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I Golkar Ade Komaruddin dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2012).


Ade mengatakan Partai Golkar akan mengadakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Kantor DPP Golkar, Rabu (15/2). Rakornis tersebut akan dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan diikuti sekitar 600 peserta.


Ade menambahkan Rakornis dilaksanakan untuk pemantapan program Golkar yang mencanangkan 2012 sebagai tahun karya kekaryaan sehingga program yang dilaksanakan harus bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan rakyat.


"Rakornis kali ini juga akan bahas berbagai persoalan serta strategi Golkar di Jabar," jelasnya.


Ade juga memaparkan mengenai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan tren kenaikan suara Partai Golkar secara nasional sebesar 18,9% dari 14,45% pada Pemilu 2009.


Menurut Ade, kalau di Jabar Golkar berhasil menjadi pemenang, pasti akan berpengaruh di tingkat nasional. Sesuai keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Golkar mentargetkan kemenangan secara nasional sebesar 30% pada Pemilu 2014.


"Karena itulah, Golkar akan melakukan berbagai kegiatan antara lain seperti roadshow di Jabar, termasuk merealisasikan program rakyat dan melakukan konsolidasi baik secara vertikal maupun horizontal sampai ke desa-desa," ungkap Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.


Lebih lanjut, Ade memaparkan, terkait figur calon presiden, 52% responden mengaku cukup suka dengan Aburizal Bakrie.


"Hanya 2,6% tidak suka. Meskipun ada 28,1% responden belum menjawab ataupun tidak tahu," jelas Ade.


Ketika ditanyakan kelayakan Aburizal untuk diusung menjadi capres pada Pilpres 2014, Ade menambahkan, sebanyak 53,6% responden menyatakan cukup layak.


Dia menambahkan, hal yang juga menarik adalah, 36,2% responden menyatakan cukup setuju soal pemberlakuan angka ambang batas sebesar 4%.


"Karena itu, Rakornis yang akan diselenggarakan ini juga akan merumuskan berbagai kebijakan strategis partai ke depan,"tutup Ade.
(mpr/did)


Editor: Suryanto
   [DETIK.com] COPYRIGHT © 2012


Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Minggu, 12 Februari 2012

16 anggota DPR miliki kartu kunjungan Lapas

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsuddin mengatakan hanya ada 16 kartu khusus kunjungan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) yang diberikan kepada anggota Komisi III DPR.

"Berdasarkan catatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham), ada 16 kartu (kunjungan lapas dan rutan untuk anggota Komisi III DPR). Dan kebijakan Pak Patrialis Akbar saat itu tidak keliru, karena ini terkait dengan pengawasan," kata Amir di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemberian kartu khusus dengan maksud pengawasan oleh anggota Dewan untuk dapat masuk ke rutan dan lapas. Dan hingga saat ini Kemkumham tetap mendukung untuk mempermudah pengawasan oleh anggota DPR terhadap lapas dan rutan di Indonesia.

"Tapi dengan catatan harus sesuai aturan yang ada," ujar dia.

Menurut dia, kuasa hukum dari seorang terdakwa atau tersangka pun tidak bisa 24 jam berkunjung ke lapas atau rutan.

Karena itu, ia menegaskan kasus kedatangan anggota DPR, M Nasir di luar jam kunjungan menemui adiknya, yakni terdakwa kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Jakabaring M Nazaruddin di Rutan Cipinang pada pukul 11 malam jelas keliru.

"Itu keliru. Jelas tidak tertib aturan. Ini jelas tidak ada laporan terlebih dahulu ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

ataupun ke Dirjen Pemasyarakatan (PAS) atau saya," ujar dia.

Berdasarkan rekaman dari CCTV di ruangan kantor Menkumham dan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), paling tidak ada tujuh orang yang mengunjungi Nazaruddin hingga pukul 23.00 .

"Jika pun Nasir dan kuasa hukum dapat masuk tapi orang-orang yang lain bagaimana?" ujar Amir.

Sebelumnya, Wamenkumham Denny Indrayana pada Rabu malam (8/2), sekitar pukul 23.00 mendapati M Nasir sedang berada di Rutan Cipinang menemui adik kandungnya M Nazaruddin.

Pertemuan tertutup yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB tersebut juga dihadiri mantan kuasa hukum Mindo Rosalina Manulang, Djufri Taufik, dan beberapa orang lainnya.

Denny Indrayana mengaku tidak mengetahui apa yang dibicarakan di ruang tertutup tersebut antara Nazaruddin, Nasir, Djufri Taufik, serta beberapa orang lainnya yang ikut dalam rombongan.
(V002/A011)

Editor: Suryanto
   [ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...

PPATK mesti cepat usut rekening menteri

0 comments
Mitra-solusindo.com , Pekanbaru - Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida, mendesak pihak PPATK agar mesti secepatnya mengusut dugaan "rekening gendut" milik para menteri tertentu.

"Harus cepat menindaklanjuti pemilik rekening yang tak wajar dari para menteri dan pejabat di lingkungan istana itu, agar tak dianggap hanya berupa informasi fitnah belaka," katanya kepada ANTARA News melalui jejaring komunikasi, Minggu.

Ia mengatakan itu, menanggapi informasi yang masuk ke pimpinan DPD RI, mengenai adanya sejumlah "rekening gendut" dan tidak wajar milik sejumlah tokoh penting di Indonesia.

"Ini tidak bisa dianggap hal biasa-biasa. Kita harus fokus memberantas dan membersihkan segala bentuk `kekotoran`. Makanya, informasi dari mana pun, harus segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Dikatakannya, PPATK telah diberikan kewenangan oleh rakyat melalui undang-undang sebagai lembaga dengan otoritas khusus bisa membuka rekening siapa pun.

"Silahkan jalankan amanat rakyat tersebut. Sekali lagi, harus cepat menindaklanjuti pemilik rekening yang tak wajar dari lingkungan istana dan menteri, sebagaimana informasi yang diperoleh," ungkapnya.

Apa pun dan siapa pun serta dari mana pun informasi itu, menurutnya, jangan didiamkan, apalagi dianggap sambil lalu.

"Memang kan waktunya sekarang bersih-bersih, baik itu memang amanat reformasi, juga sejalan dengan upaya menegakkan hukum berdasarkan Pancasila," tegasnya.

Laode Ide juga berharap, PPATK dan aparat penegak hukum jangan pernah segan membuka atau membongkar kasus-kasus yang melibatkan pejabat atau tokoh penting tertentu, termasuk anggota kabinet maupun dari lingkungan istana.
(T.M036/O001)

Editor: Priyambodo RH
   [
ANTARA News] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Rabu, 01 Februari 2012

Mengaku Diperkosa, Dua Dara Laporkan Sang Ustad ke Polisi

0 comments
Mitra-solusindo.com , Pasuruan - Kisah pilu dialami SR (21), warga Lumajang dan HN (19), warga Kecamatan Pasrepan, Pasuruan. Niatnya untuk menimbah ilmu agama berakhir dengan kisah tragis. Kedua dara itu mengaku diperkosa FR (40), ustadnya sendiri.

Setelah lebih dari setahun menahan aib, kedua gadis ini pun akhirnya memberanikan diri melaporkan sang ustad ke polisi atas tuduhan pemerkosaan.

"Selama ini saya diancam, saya takut kalau saya melapor," kata SR di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Pasuruan, Rabu (1/2/2012).

Cerita sedih ini terjadi pada bulan Juli 2010. Saat itu SR yang sudah sangat menghormati ustadnya, diajak berkunjung ke rumah temannya yang juga murid sang ustad di Malang. Tanpa merasa curiga, SR pun ikut ke Malang menjenguk temannya yang sedang sakit dengan naik sebuah mobil.

Namun, dalam perjalanan sang ustad mengajak SR ke rumah saudaranya di Desa/Kecamatan Lekok, Pasuruan. Dengan alasan takut kemalaman, SR dan sang ustad pun menginap di rumah yang berada di tepi laut tersebut. Layaknya tamu, SR diberikan kamar sendiri, makanan dan minuman.

"Namun tengah malam dia (FR) masuk ke kamar. Dia memaksa saya membuka seluruh baju saya. Saya diancam akan dibunuh dan dibuang ke laut kalau tidak mau," terang SR dengan mata berkaca-kaca.

Di bawah ancaman itulah, lanjut SR, sang ustad melampiaskan nafsu bejatnya dan memperkosa SR. "Saya diancam agar tidak cerita ke orang lain," ujar SR dengan nada pelan, saat didampingi salah seorang keluarganya.

Bukan hanya sekali, beberapa bulan setelahnya, tepatnya bulan September 2010, sang ustad kembali melancarkan aksinya. Dengan modus mengancam yang sama, SR kembali merelakan tubuhnya jadi pemuas nafsu sang ustad.

"Yang kedua di Lumajang, saya juga diancam akan dibunuh," ungkap SR yang saat ini sedang duduk di bangku semester awal salah satu universitas di Jember.

Nasib sama dialami HN, siswi salah satu MAN di Lumajang yang juga murid FR. Dia mengaku dua kali diperkosa sang ustad. Modusnya sama dengan yang dilakukan pada SR, HN pun harus diancam akan dibunuh dan diperkosa. Lokasinya pun sama, pertama di rumah saudara FR di Lekok, kedua di Lumajang. "Katanya saya akan diajak silaturahmi ke rumah saudaranya," jelas HN.

Seperti halnya SR, ia terus diancam aibnya akan disebarkan ke setiap pria yang mendekati mereka jika mengadukan perbuatan sang ustad. "Saya mau dia (FR) dibunuh," singkat HN saat ditanya apa hukuman yang pantas buat sang ustad.

Dalam kesempatan itu, kedua korban juga menunjukan SMS yang diakuinya dari sang ustad, yang berbunyi, 'Ketika aku jimak kamu, statusnya aku bukan ustadmu, tapi suami kamu...'.

Sementara, Kepala Unit PPA Sat Reskrim Polres Pasuruan Bripka Marti mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan di Polres Lumajang, namun karena tempat kejadian perkaran di Lekok, Pasuruan, maka keduanya disarankan lapor ke Polres Pasuruan.

"Ini masih sifatnya pengaduan," katanya.
(bdh/bdh)

Editor: Muhajir Arifin
   [DETIK.com] COPYRIGHT © 2012


--
Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita
telepon 0356712614 / 085645229854
Read more...

KORUPSI : "Malaysia VS Indonesia"

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim punya cara sendiri mengkritik soal korupsi yang terjadi di Indonesia, maupun negaranya, Malaysia. Dengan gaya setengah bercanda, Anwar menyebut praktek korupsi di negaranya, lebih canggih. Di Indonesia, lebih blak-blakan.

" Di Malaysia, tahap korupsinya itu tinggi, tapi tidak kelihatan" kata Anwar di sela-sela pidato kebudayaan dengan tema "Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik" di Taman Ismail Marzuki, CIkini, Jakarta Pusat  Senin 30 Januari 2012 malam. "Itulah hebatnya kita (Malaysia).

Menurut Anwar, modus koruptor di dua negara ini bisa berbeda karena kondisi latar belakang penjajahan kedua negara. Di Malaysia, menurut Anwar, karena bekas negara jajahan Inggris, di depannya terlihat santun, tapi di belakangnya, modusnya pelan tapi canggih. " Inggris ini kan level sophiscation-nya hebat" kata Anwar. "Jadi dia sudah canggih ketika kemudian diadopsi oleh koruptor Malaysia"

Adapun di Indonesia, pengaruh budaya Belanda sebagai negara penjajah juga mempengaruhi. Belanda, menurut Anwar, dikenal sebagai negara yang keras sehingga ketika diadopsi Indonesia, modus koruptor juga berbeda dengan Malaysia. "Di sini di atas meja, di bawah juga ada" kata Anwar yang disambut tawa hadirin.

Karenanya, kata Anwar, cara korupsi di Indonesia tak dapat diterapkan di Malaysia. Soalnya gaya dan modusnya berbeda, jadi modus rasuah di Indonesia pun jika diterapkan di Malaysia bisa diangap curang atau malah dibilang tidak beradab. Padahal, esensinya sama: korupsi." Apa pun bentuknya, korupsi itu sangat tidak bermoral" ujarnya

Anwar menegaskan, masalah utama yang harus dihadapi seluruh bangsa saat ini adalah keserakahan para pemimpin."Negara semiskin (sumber daya alam) apapun jika diurus dengan baik, maka akan mampu menjaga rakyatnya dengan baik," ujar Anwarnya.

Keserakahan akan kekuasaan dan kekayaan ini, kata Anwar, yang membuat pemimpin lupa mengurus rakyatnya. Untuk itu, lanjut dia, diperlukan pemimpin yang benar-benar memikirkan rakyat. "Untuk itu perlu adanya guiding idea yang harus sesuai dengan kenyataan, tak hanya sekedar ide, tetapi harus diikuti dengan praktik," katanya." Inilah pentingnya ketegasan melawan korupsi"

WDA | ANT


Editor: Desy Saputra
   [
TEMPO.CO] COPYRIGHT © 2012


--
Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa
telepon 0356712614 / 085645229854
Read more...
Selasa, 31 Januari 2012

Jejak Setoran ke Angelina Sondakh Kian Terang

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Dugaan keterlibatan Angelina Sondakh dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games makin terkuak. Setelah Yulianis dan Mindo Rosalina Manulang, bekas anak buah M. Nazaruddin, bersaksi di persidangan, kesaksian juga datang dari Gerhana Sianipar. Keterangan Direktur Utama PT Exatech Technology Utama, anak usaha Grup Permai, perusahaan yang dimiliki Nazaruddin, itu makin mengukuhkan dugaan keterlibatan Angie--sapaan akrab Angelina.

Dari dokumen yang diterima Tempo, Gerhana mengaku diminta Rosa membuat pengajuan kas sebesar Rp 2 miliar. ”Nak, ajukan kas untuk artis,” demikian pengakuan Gerhana dalam dokumen itu saat diminta Rosa mengajukan kas ke perusahaan. Artis yang dimaksudkan adalah Angie. Menurut Gerhana, kas yang diminta Rosa itu akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat melalui Angelina Sondakh. Sebelumnya terungkap pula rekaman percakapan dengan Rosa bahwa Angie pernah menagih »semangka” Rp 3 miliar kepadanya.

Tempo menyambangi Gerhana di rumahnya di kawasan Bekasi. Tapi, menurut sang kakak, Desi Sianipar, adiknya itu selalu pulang larut malam dan sering ke luar kota. Desi mengakui adiknya sudah lama mengenal Rosa. ”Sekitar tiga tahun lalu,” ujar Desi.

Menurut dia, adiknya bekerja di kantor Rosa, sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta. ”Tapi saya tak tahu nama PT-nya,” ujar dia. Ihwal kasus Wisma Atlet, Desi mengatakan adiknya itu tak sekali pun bercerita. ”Untuk urusan itu, dia tertutup.”

Adapun Angie tak terlihat di kantornya di DPR. Dihubungi melalui telepon, panggilan tak diangkat. Pesan pendek yang dikirim juga belum dibalas. Namun, dalam berbagai kesempatan, dia selalu membantah keterangan sejumlah saksi yang mengaitkan dirinya dengan kasus Wisma Atlet. »Bicara ke saya saja tidak pernah, apalagi meminta atau menerima,” ujarnya, beberapa waktu lalu.


Editor: HAMLUDDIN | EZTHER LASTANIA | SUKMA
   [TEMPO.Co] COPYRIGHT © 2012


--
Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita
telepon 0356712614 / 085645229854
Read more...

KPK Periksa Tiga Bos Pembeli Cek Pelawat

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan tiga pemilik saham atau komisaris PT First Mujur Plantation and Industry (FMPI) sebagai saksi kasus suap cek pelawat (traveller cheque) kepada anggota DPR 1999-2004 dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), di kantor KPK, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Ketiga bos dari PT First Mujur yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan DGS BI, Miranda Swarah Goeltom  adalah Wakil Komisaris Utama FX Sutrisno Gunawan, Komisaris Ronald Harijanto, dan Yan Eli Mangatas Siahaan.

Dalam rangkaian kasus ini yang terungkap di pengadilan, diketahui PT First Mujur adalah pembeli cek tersebut dari Bank Artha Graha. "Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSG," kata Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan, Priharsa Nugraha.

Ketiga saksi itu dijadwalkan diperiksa penyidik KPK pukul 09.30 WIB. Namun, hingga berita ini ditulis, baru Eli Mangatas Siahaan yang memenuhi panggilan pemeriksaan.

Sebagaimana diketahui, sejak mantan anggota DPR RI periode 1999-2004 dari PDI Perjuangan, Agus Condro, melaporkan kasus suap cek pelawat ini, lebih tiga tahun sudah kasus tersebut ditangani KPK.

Hingga orang yang terpilih dalam pemilihan DGS BI, Miranda Goeltom, dan Nunun Nurbaeti yang diduga menjadi perantara ditetapkan sebagai tersangka, KPK belum mampu mengungkap aktor intelektual atau penyandang dana 480 lembar cek pelawat bernilai Rp 24 miliar tersebut.

Dalam persidangan sejumlah mantan anggota DPR yang terjerat kasus ini, terungkap 480 lembar cek yang menjadi alat suap anggota DPR itu dibeli PT First Mujur dari Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk dan dibayar melalui rekening perusahaan itu di Bank Artha Graha.

Budi Santoso selaku Direktur Keuangan PT First Mujur, menyatakan perusahaannya mengajukan kredit berjangka ke Bank Artha Graha yang pencairannya dalam bentuk cek pelawat. Cek itu diserahkan ke Ferry Yen alias Suhardi S, selaku rekan bisnis kebun sawit di Sumatera.

Belakangan cek pelawat itu telah berpindah tangan ke istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun, Nunun Nurbaeti, dan disalurkan oleh anak buahnya Arie Malangjudo ke empat anggota DPR periode 1999-2004 yang telah divonis penjara dan kini telah bebas.(*)


Penulis: Abdul Qodir  |  Editor: Taryono
   [TRIBUNnews.com] COPYRIGHT © 2012

--
Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita
telepon 0356712614 / 085645229854
Read more...

Demokrat: Pihak Luar Kirim Rayap Gerogoti Partai

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Benny K Harman melihat upaya pendongkelan Anas Urbaningrum dari kursi Ketua Umum dilakukan oleh 'rayap-rayap' yang dikirimkan ke internal partai. 'Rayap-rayap' itu, kata Benny, dikirim oleh pihak luar yang tidak menghendaki Partai Demokrat tumbuh besar.

"Rayap kiriman itu ada pihak tertentu di luar partai yang tidak menghendaki partai tumbuh jadi partai yang makin kuat dan solid memasuki tahapan politik transisional terpenting di tahun 2014," ujar Benny di gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Selanjutnya kata Benny kekuatan politik tersebut tidak ingin ada tokoh baru yang muncul dari Partai Demokrat. Apa sikap dan tindakan Demokrat? Benny menjawab lewat sebuah cerita.

"Tetapi sikap kami terhadap gonggongan-gonggongan politik itu seperti cerita ini. Suatu ketika, seorang janda dengan anjingnya keluar rumah malam. Ketika bulan purnama muncul janda dan anjing keluar dan menggonggong. Bulan purnama tadi semakin sinar cahayanya, bulan purnama tidak pernah meredup meskipun anjing terus menggonggong tiap malam," jelasnya.

Ketika ditanya siapa yang dimaksud dengan 'rayap-rayap' tersebut, Benny enggan menjelaskan lebih lanjut

"Kalian cari tahu sendiri itu sudah ada di dalam tubuh partai. Kami indentifikasi dulu.Ini kan bacaan-bacaan politik kami," pungkasnya.


Penulis: Willy Widianto  |  Editor: Hasiolan Eko P Gultom
   [TRIBUNnews.com] COPYRIGHT © 2012



--
Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita
telepon 0356712614 / 085645229854
Read more...

Pemerkosa Calon Bidan adalah Seniornya di Riau

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Mahasiswi Kebidanan yang mengaku menjadi korban pemerkosaan, JM (18), dikenal sebagai perempuan yang belum memiliki kekasih,  alias Jomblo.

Belakangan, polisi justru menangkap, seorang laki-laki berinisial SU (23) pada Kamis lalu (26/01/2012). SU alias Iwing adalah mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Negeri  (PTN) di Jakarta, yang diduga menjadi pemerkosa JM.

Kepada polisi, SU alias Iwing mengaku persenggamaan yang dilakukan berdasarkan rasa suka sama suka, dan bukanlah pemerkosaan.

Salah seorang kenalan perempuan asal Riau itu, RZ (25), mengatakan bahwa SU adalah senior JM ketika bersekolah di Riau.

"Dia (SU) seniornya, satu sekolah, tapi kita nggak begitu kenal," katanya.

RZ lebih lanjut mengatakan, bahwa ia dan teman-temannya juga terkejut, ketika mendapat kabar bahwa SU diamankan Polisi, karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap JM.


Editor: Nurmulia Rekso P
   [TRIBUNnews.com] COPYRIGHT © 2012



--
Informasi pemasangan iklan
hubungi RayNa
telepon 0356712614 / 085645229854
YM : cs.rtronik
Read more...
 
Mitra Solusindo News © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here