Advertise

mitra solusindo. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label rtronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rtronik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 April 2012

Aksi kekerasan nodai persiapan Grand Prix Bahrain

0 comments
Mitra-solusindo.com , Dubai - Aksi kekerasan menodai Grand Prix Bahrain yang kontroversial, ketika sebuah bom meledak di dekat anggota-anggota tim Force India, dan bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi menjelang latihan Formula 1 yang akan dimulai pada Jumat.

Insiden ini mendorong pada ofisial F1 untuk kembali meyakinkan para peserta, bahwa meski terjadi kekerasan Bahrain tetap aman, lapor AFP.

Berbicara kepada para pewarta di Sirkuit Sakhir, ketua Asosiasi Pengemudi Grand Prix Formula 1, Pedro de La Rosa, mengatakan keselamatan `bukan sebuah kekhawatiran,` sambil menambahkan bahwa ia memiliki keyakinan penuh pada keputusan Federasi Bermotor Internasional (IMF) untuk mengadakan ajang ini, meski terdapat peningkatan tensi di negara kerajaan tersebut.

Empat anggota tim Force India terjebak kemacetan ketika bom meledak di saat mereka kembali ke hotel dari Sirkuit Sakhir pada Rabu, tutur ketua Sirkuit Internasional Bahrain, Zayed R Alzayani, kepada majalah Autosport.

Tidak seorang pun terluka, namun salah satu anggota tim, memutuskan untuk meninggalkan Bahrain dan pulang.

Keempat mekanik tersebut tampaknya terjebak pada kericuhan antara pengunjuk rasa dan polisi di jalan utama dari ibukota Manama menuju Sakhir.

Alzayani mengecilkan masalah ini, dan berkata bahwa dirinya tidak akan meminta pengetatan keamanan.

"Itu merupakan insiden yang terisolasi... Para pengunjuk rasa tidak menargetkan mobil-mobil, mereka tiba-tiba saja berada di sana," ucapnya.

Pebalap Force India asal Jerman, Nico Rosberg, mengatakan bahwa anggota timnya bisa berada begitu dekat dengan ledakan bom bukanlah `hal yang benar,` namun menambahkan bahwa dirinya tetap merasa aman.

Kelompok oposisi utama Bahrain, Al-Wefaq, meminta massa mereka untuk melakukan protes setiap hari selama sepekan agar bertepatan dengan Grand Prix, menggunakan ajang olahraga tersebut untuk merebut perhatian media pada tuntutan mereka terhadap keseimbangan dan perwakilan yang lebih baik di kerajaan tersebut.

"Tidak ada niat untuk mengambil keuntungan dari kehadiran pers (internasiona), yang biasanya dilarang memasuki negara ini," kata aktivis sayap kanan Bahrain, Nabil Rajab.

"Formula 1...adalah simbol dari rezim, itu mewakili penindasan," kata Rajab, mengingatkan bahwa balap Bahrain merupakan proyek pribadi Putra mahkota.

Pemerintah pada Kamis melarang Al-Wefaq melakukan protes di tengah Manama, demikian disampaikan oleh menteri dalam negeri.

Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah terjadi beberapa demonstrasi di perkampungan-perkampungan Syiah pada Rabu, di mana polisi dan pengunjuk rasa terlibat pertikaian.

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa polisi menggunakan gas air mata dan buckshot untuk membubarkan massa, melukai beberapa orang, di mana para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov sebagai respon.

Beberapa kerusuhan terjadi menyusul seruan Pergerakan Pemuda 14 Februari pada situs-situs jejaring sosial untuk `kemarahan selama tiga hari,` agar bertepatan dengan ajang balap mobil kelas premium yang kontroversial tersebut.

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di pintu masuk perkampungan-perkampungan Syiah di sekitar Manama untuk meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah seperti: "Orang-orang menginginkan kejatuhan rezim` dan `Turunkan Hamad` yang mengacu pada raja Bahrain.

Pemuka Syiah dari Irak, Moqtada al-Sadr, meminta boikot terhadap ajang balap tersebut dilakukan, sementara pihak kerajaan terus melakukan tindakan keras pada para pembangkang.

"Saya meminta atlet-atlet yang jujur untuk tidak berpartisipasi pada balap ini...dan untuk mendorong orang-orang Bahrain perihal penolakan mereka terhadap ajang balap ini," kata sang pemuka Syiah, yang mengepalau pergerakan Sadr, dalam pernyataan yang dirilis di kantornya di kota suci Syiah di Najaf.

"Mengadakan balap di negara tersebut berarti mendukung pembunuhan, penindasan, dan pelanggaran terhadap kebebasan orang-orang Bahrain," tegasnya.

Keamanan telah diperketat di Bahrain menjelang balap yang akan dilangsungkan pada Minggu. Hal ini memancing kritik dari grup-grup Hak Asasi Manusia.

Di awal pekan ini, ratusan pengunjuk rasa bergerak sambil membawa spanduk-spanduk yang mengajak melakukan boikot dan demonstrasi di dekat bandara internasional Bahrain ketika tim-tim Formula 1 mulai berdatangan, meski terdapat penangkapan terhadap sekitar 80 orang aktivis demokrasi.

Grand Prix Bahrain dibatalkan pada tahun lalu saat terjadi perseteruan antara kubu Syiah dengan pemerintah yang brutal, mengikuti terbunuhnya 35 orang, menurut penyelidikan komisi independen.

Pada pertengahan Februari 2011, ribuan aktifis Syiah pro demokrasi, yang terinspirasi oleh garakan `Musim Semi Arab` di Mesir dan Tunisia, memadati jalan-jalan di Manama, menuntut pergantian sistem politik menjadi demokrasi. (RF/A016)

Editor: B Kunto Wibisono | RayNa
   [ANTARA News] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 19 April 2012

Tes Air Liur untuk Deteksi Kanker Mulut

0 comments
Mitra-solusindo.com , Jakarta - Kanker mulut memang kurang dikenal luas. Hal ini memunculkan kekhawatiran dari beberapa ilmuwan di Amerika Serikat karena banyak pasien yang tidak menyadari gejalanya namun tahu-tahu meninggal karenanya.

Seorang dokter bedah di Michigan State University, Barry Wenig pun mempelopori pengembangan sebuah tes dengan menggunakan air liur yang sederhana dan murah untuk deteksi dini kanker mulut.

Wenig yang juga profesor di College of Human Medicine's Department of Surgery dan pemimpin proyek ini bekerjasama dengan Delta Dental of Michigan's Research and Data Institute untuk menyusun data dan merekrut para dokter gigi yang nantinya membantu percobaan yang dilakukan Wenig dan timnya.

Studi ini akan mendaftar 100-200 pasien yang memiliki lesion (jaringan tidak normal) putih atau adanya jaringan yang tumbuh di dalam mulut dan daerah amandelnya untuk diuji sebagai bagian dari percobaan klinis.

Dalam percobaan ini nantinya Wenig dan timnya akan mencari biomarker atau tanda-tanda biologis tertentu yang sebelumnya diidentifikasi oleh para peneliti di UCLA. Biomarker inilah yang mengkonfirmasi adanya kanker mulut.

Dengan menciptakan tes dengan air liur yang sederhana dan mampu mengidentifikasi kehadiran biomarker, dokter umum dan dokter gigi bisa mengetahui pasien mana yang memerlukan perawatan dan pasien mana yang bisa menghindari biopsi (tes yang melibatkan penghapusan sel atau jaringan untuk pemeriksaan) invasif yang tidak perlu.

"Sebagian besar lesionnya jinak sehingga mayoritas penderita malah mendapatkan biopsi yang sebenernya tidak perlu," ujar Wenig seperti dilansir dari medindia, Rabu (18/4/2012).

"Sebaliknya, tes sederhana akan memungkinkan kita untuk mengidentifikasi pasien dengan lesion ganas dan mendorong pasien untuk mendapatkan pengobatan lebih cepat," ungkapnya.

Kanker mulut memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah karena lambatnya deteksi dini. Wenig pun berkata: Hanya 60 persen pasien yang hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis. Bahkan diantara para pria kulit hitam, tingkat kelangsungan hidupnya kurang dari 38 persen.

"Tantangan utama untuk mengurangi tingkat kematian dan morbiditas kanker mulut adalah untuk mengembangkan strategi identifikasi dan deteksi penyakit saat masih berada pada tahapan yang sangat dini," katanya.

Selain Delta Dental's Research and Data Institute untuk memantau perkembangan proyek ini, Wenig juga berkolaborasi dengan PeriRX, perusahaan asal Pennsylvania yang akan mensponsori percobaan ini bersama FDA.

"Tes ini bersifat non-invasif karena pasien hanya perlu meludah dalam sebuah cangkir. Kemudahan tes ini pun akan memperluas kemampuan kita untuk memindai lesion kanker secara efektif," papar Wenig.

Wenig mencatat, "Sekarang ini belum ada pemindaian dini untuk mendeteksi sebagian besar kanker yang terjadi di kepala dan leher sehingga tes ini bisa menjadi inovasi yang luar biasa."

Selain itu, tes ini berpotensi menghemat biaya perawatan kesehatan karena jumlah biopsinya bisa dikurangi, tambahnya.

Editor:  Rahma Lillahi Sativa | RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © Mitra Solusindo 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
Kamis, 22 Maret 2012

Kerugian Pencurian Pulsa Lebih dari Rp 1 Triliun

0 comments
Mitra-Solusindo.com , Jakarta - Pihak kepolisian mengaku masih bekerja keras untuk membongkar kasus pencurian pulsa. Sedikit demi sedikit, polisi telah mengulik misteri kasus kejahatan yang menimbulkan kerugian lebih dari Rp 1 triliun ini.

"Kerugiannya triliunan, di atas Rp 1 triliunan lah," tukas Kabareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman saat ditemui di Kejagung, Jumat (22/3/2012).

Sutarman memang tidak merinci jumlah kerugian yang sudah masuk dalam angka fantastis tersebut. Namun dikatakannya, hal itu bisa dilihat dari beragamnya penawaran layanan konten premium yang menjejali masyarakat.

"Contoh misalnya ada produk Mama Lauren, kalau Anda ingin mendapatkan jodoh, ketik 'Reg Mama' kirim ke nomor sekian. Nah, itu satu produk, bisa ratusan miliar uang yang masuk. Yang masuk dari masyarakat. Waktu Reg gampang, waktu Unregnya susah," jelasnya.

Polisi kini berusaha untuk membuktikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam urusan Unreg yang sering dikeluhkan masyarakat. "Anda misalnya secara sadar mengakses, berarti ada persetujuan. Cuma persoalan belakangan, sudah Unreg kemudian dikirim terus," Sutarman memaparkan.

"Teman-teman juga begitu kan, tak terasa dirugikan, saya juga mungkin. Kadang kita tidak sadar tahu-tahu ada ringtone, kita tidak tahu darimana dikirimkan ringtone itu. Begitu kita tidak mengakses tahu-tahu ringtonenya jalan terus, kena bayar. Seperti itu contohnya. Sudah berapa juta ringtone yang disebarkan, dan berapa juta pelanggan yang dikenakan?" ia menandaskan.

Kasus pencurian pulsa yang diusut Bareskrim Mabes Polri sendiri saat ini sudah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka ada KP yang merupakan salah seorang Vice President di Telkomsel, Dirut PT Media Play dengan inisial WMH dan Dirut PT Colibri dengan inisial NHB.

Apakah ada kemungkinan tersangka bakal bertambah? "Ya kita akan maksimalkan penyidikan," pungkas Sutarman.
( riz / ash )

Editor:  M Rizki Maulana  - RayNa
   [Detik.com] COPYRIGHT © 2012

Informasi pemasangan iklan
hubungi RayGa - telp. 0356712614 / 085645229854
atau klik di sini
Read more...
 
Mitra Solusindo News © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here