Mitra-solusindo.com , JAKARTA - Dalam rapat kerja Kementerian sektor ekonomi mengenai infrastruktur di Selat Sunda, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan ada kendala dalam mendesain dan teknik pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).
Untuk mengatasi hal itu, para desainer ruang dan arsitek Indonesia telah mengikuti beberapa seminar yang diadakan oleh pakar dari Jepang dan Korea.
Pemerintah pun optimistis dengan ilmu yang didapatkan dari para desainer konstruksi dan ruang dari Jepang dan Korea, sehingga pembangunan Jembatan Selat Sunda bisa tercapai.
"Sudah ada 11-12 kali kita bertemu dengan ahli Jepang dan Korea, diskusi seminar mengenai masalah ini (desain dan teknik), kita simpulkan bahwa ini (JSS) sangat mungkin secara teknis untuk dibangun," ujar Menteri Pekerjaan Umum, di kantor Kementrian Perekonomian, Selasa (31/1/2012).
Saat ini pemerintah menunggu penyesuaian Feasibility Study (FS) dengan dana yang akan dikucurkan untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda dan daerah sekitarnya.
"Dan sekarang FS-nya secara ekonomis bagaimana dan dikaitkan dengan pengembangan wilayah, jadi programnya adalah pengembangan kawasan strategis Selat Sunda," jelas Djoko Kirmanto.
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama | Editor: Anwar Sadat Guna
[TRIBUNnews.com] COPYRIGHT © 2012
--
Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita
telepon 0356712614 / 085645229854
Untuk mengatasi hal itu, para desainer ruang dan arsitek Indonesia telah mengikuti beberapa seminar yang diadakan oleh pakar dari Jepang dan Korea.
Pemerintah pun optimistis dengan ilmu yang didapatkan dari para desainer konstruksi dan ruang dari Jepang dan Korea, sehingga pembangunan Jembatan Selat Sunda bisa tercapai.
"Sudah ada 11-12 kali kita bertemu dengan ahli Jepang dan Korea, diskusi seminar mengenai masalah ini (desain dan teknik), kita simpulkan bahwa ini (JSS) sangat mungkin secara teknis untuk dibangun," ujar Menteri Pekerjaan Umum, di kantor Kementrian Perekonomian, Selasa (31/1/2012).
Saat ini pemerintah menunggu penyesuaian Feasibility Study (FS) dengan dana yang akan dikucurkan untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda dan daerah sekitarnya.
"Dan sekarang FS-nya secara ekonomis bagaimana dan dikaitkan dengan pengembangan wilayah, jadi programnya adalah pengembangan kawasan strategis Selat Sunda," jelas Djoko Kirmanto.
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama | Editor: Anwar Sadat Guna
[TRIBUNnews.com] COPYRIGHT © 2012
--
Informasi pemasangan iklan
hubungi Yunita
telepon 0356712614 / 085645229854






